Rampungkan Pendidikan, Siswa Kursus Para Dasar A-213 Berhasil Raih Brevet

Jakarta, IDM – Siswa Kursus Para Dasar (Susparadas) Angkatan ke-213 Wing Pendidikan (Wingdik) 800/Pasgat berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan latihan yang menuntut ketangguhan fisik, mental, disiplin, serta keberanian. Mereka merupakan Perwira Prajurit Karier (Pa PK) alumni Program Sarjana (S1) Universitas Pertahanan (Unhan) RI.
Puncak pendidikan ditandai dengan penerjunan akhir para siswa dari pesawat C-130 Hercules yang dioperasikan Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Setelah menyelesaikan penerjunan tersebut, para siswa kemudian mengikuti Wingday sebagai upacara penutupan pendidikan sekaligus prosesi penyematan brevet. Wingday dipimpin langsung Komandan Wingdik 800/Pasgat Kolonel Pas Dadang Hermawan di Shelter Para Runway Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, Selasa (29/9).
Baca Juga: Perkuat Pertahanan Udara, 20 Prajurit Arhanud Dalami Taktik Operasi Mistral
“Momentum Wingday bukan sekadar seremoni penutupan, tetapi menjadi tonggak lahirnya prajurit-prajurit yang telah ditempa melalui proses pendidikan yang keras, disiplin, dan penuh tantangan. Setiap lompatan dari pesawat bukan hanya keberanian menembus langit, tetapi juga wujud kesiapan untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara,” ungkap Dadang, dikutip dari unggahan Instagram @wingdik800pasgat, Selasa (29/9).

Sebelum melaksanakan penerjunan akhir, para siswa telah menjalani sejumlah penerjunan, baik pada siang maupun malam hari. Salah satunya adalah penerjunan malam yang dilaksanakan pada 25 September 2026. Penerjunan tersebut menjadi penerjunan keenam yang dijalani para siswa selama mengikuti pendidikan.
Penerjunan malam menjadi salah satu tahapan penting dalam pendidikan Susparadas karena mengasah mental, keberanian, kedisiplinan, serta keterampilan siswa dalam menghadapi situasi dengan kondisi minim cahaya yang menuntut ketelitian dan kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
Baca Juga: Tanggap Kekeringan, TNI AD Salurkan Air untuk Ratusan Warga di NTT, NTB dan Bali
Dalam penerjunan tersebut, para siswa berangkat dari titik muat di Lanud Husein Sastranegara menggunakan pesawat CN-295 yang dioperasikan Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma. Pesawat kemudian menerbangkan para siswa menuju daerah penerjunan (drop zone).
“Dalam kondisi minim cahaya, para siswa dituntut mampu mempertahankan ketenangan, ketepatan prosedur, keberanian, serta kesiapsiagaan sejak berada di dalam pesawat hingga melaksanakan pendaratan,” tulis Penerangan Wingdik 800/Pasgat.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































