HANKAM

Rampungkan Pendidikan Setukba A-49, 287 Prajurit TNI AU Resmi Sandang Pangkat Bintara

Komandan Kodiklatau Marsdya TNI T.B.H Age Wiraksono
Komandan Kodiklatau Marsdya TNI T.B.H Age Wiraksono memimpin upacara penutupan pendidikan Setukba TNI Angkatan Udara Angkatan ke-49 Tahun Anggaran 2026. (Foto: Dok. Instagram @wingdik400matukjur)

Jakarta, IDM – Sebanyak 287 prajurit TNI Angkatan Udara (TNI AU) resmi menyandang pangkat bintara usai merampungkan Sekolah Pembentukan Bintara (Setukba) TNI Angkatan Udara Angkatan ke-49 Tahun Anggaran 2026.

Pendidikan Setukba merupakan program pendidikan dan pengembangan bagi prajurit Tamtama untuk beralih golongan menjadi Bintara. Selama pendidikan, para siswa ditempa di Skadron Pendidikan (Skadik) 402 Wing Pendidikan 400/Matukjur.

Peresmian kelulusan para siswa ditandai melalui upacara penutupan pendidikan yang dipimpin oleh Komando Doktrin Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara (Kodiklatau) Marsdya TNI T.B.H. Age Wiraksono di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Senin (13/4).

Baca Juga: Sosok Mayjen TNI Dody Triwinarto, Jenderal Petarung yang Kini Pimpin Kodam Pattimura

Dalam amanatnya, Komandan Kodiklatau menegaskan bahwa keberhasilan mereka dalam menyelesaikan pendidikan ini bukan sekadar kelulusan, melainkan bentuk kepercayaan dan kehormatan dari negara untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar.

Upacara penutupan
Upacara penutupan pendidikan Setukba TNI Angkatan Udara Angkatan ke-49 Tahun Anggaran 2026. (Foto: Dok. Instagram @wingdik400matukjur)

"Tingkatkan pola pikir, sikap, dan perilaku agar mampu berperan sebagai penggerak, pembina, dan teladan di lingkungan satuan. Tetap junjung tinggi profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas," pesan Marsdya TNI T.B.H Age Wiraksono.

Seiring dengan tuntutan tugas ke depan, para lulusan Setukba Angkatan ke-49 juga diharapkan mampu berperan aktif dalam mendukung terwujudnya TNI Angkatan Udara yang AMPUH, yakni adaptif, modern, profesional, unggul, dan humanis.

Baca Juga: Menhan Sjafrie ke Pentagon, Bahas Akses Lintas Udara Pesawat Militer AS di Indonesia

Sementara itu, Penerangan Wingdik 400/Matukjur mengungkap bahwa predikat lulusan terbaik Setukba Angkatan ke-49 TA 2026 berhasil diraih oleh Joko Susilo dari Satbravo 90 Pasgat Rumpin Bogor.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan memberikan pengabdian terbaik bagi TNI Angkatan Udara. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.