Rakor Intelijen TNI 2024, Prajurit Diminta Tingkatkan Kemampuan Analisis

Jakarta, IDM - Mabes TNI menggelar Rapat Koordinasi Intelijen 2024 di Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (15/3). Agenda ini dibuka oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen Bambang Ismawan.
Mengutip Puspen TNI, Sabtu (16/3), Bambang menjelaskan rapat koordinasi dilakukan memantapkan kinerja serta mendukung keberhasilan tugas-tugas staf Intelijen TNI.
Baca Juga: Satgas Pandawa Kostrad Bangun 2 Gereja di Nduga, Datangkan Langsung Material dari Jawa
Bambang berpendapat rakor ini perlu dilakukan untuk merespons lingkungan strategis yang kian kompleks dan dinamis. Ia mengatakan para intelijen TNI harus terus berupaya meningkatkan dan mengasah kemampuan analisis, terutama di bidang siber.
“Intelijen TNI juga harus memiliki kemampuan cyber intelligence untuk mengantisipasi serangan siber, serta merespon serangan siber secara efektif,” ujar Bambang.
Baca Juga: Delegasi Kemhan Jepang Sambangi Kodam Jaya, Ini yang Dibahas
Adapun rakor ini diikuti oleh pejabat Intelijen Angkatan Darat, Laut dan Udara, Kotama TNI, BIN, Bais TNI dan Institusi terkait. Materi diberikan oleh sejumlah pejabat diantaranya Asintel Panglima TNI dan Direktur Operasi Keamanan Siber BSSN. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































