Pussenif Kodiklatad Gelar Vaksinasi Massal

Jakarta, IDM – Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) Kodiklatad menggelar vaksinasi massal yang tersebar di wilayah Indonesia. Adapun Program tersebut guna bergerak cepat dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19 secara massal bagi warga masyarakat di wilayahnya masing-masing. Kegiatan vaksinasi massal ini dilaksanakan pada Kamis (22/7/2021) bertempat di Graha Yudha Wastu Pramuka Mapussenif, Bandung.
"Program percepatan vaksinasi pemerintah, kita dukung dengan pelaksanaan serbuan serentak vaksin nasional TNI/Polri menuju vaksinasi satu juta jiwa," kata Kepala Kesehatan Pussenif, Mayor Ckm dr. Dames Indralaga
Lebih lanjut menurut laporan yang diterima pihaknya, hingga kemarin lebih dari 5.937 warga masyarakat telah divaksin melalui program serbuan serentak vaksin nasional TNI/Polri. Jumlah ini menurutnya akan terus bertambah, mengingat program vaksinasi massal masih terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan di Pussenif.
“Karena dengan kita divaksin imun dan kekebalan tubuh kita akan terjaga, dan saya harap untuk terus mengikuti protokol kesehatan,” pungkasnya.
Pelaksanaan vaksinasi massal ini juga menerapkan protokol dan prosedur kesehatan yang ketat. (nhn/man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































