Puspen TNI Pastikan Pembangunan Yon TP tak akan Serobot Lahan Masyarakat

Jakarta, IDM – Pusat Penerangan (Puspen) TNI memastikan pembangunan Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) tidak akan menyerobot lahan masyarakat.
Hal ini disampaikan Kepala Puspen (Kapuspen) TNI Brigadir Jenderal Muhammad Nas menanggapi maraknya video di media sosial yang menarasikan bentrok TNI dengan masyarakat soal pembangunan markas Yon TP.
Baca Juga: Tepis Stigma Negatif Film “Pesta Babi”, TNI AD Dorong Kritik Berbasis Data dan Fakta Lapangan
“Pembangunan Yon TP dilakukan pada lahan milik TNI dan atau lahan milik negara atau lokasi yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah,” ujar Nas dalam keterangan pers, dikutip Jumat (29/5).
Selain itu, pembangunan markas Yon TP ditentukan melalui mekanisme yang berlaku dan dikoordinasikan dengan instansi terkait.
“Jadi tidak benar kalau disebut pembangunan Yon TP menyerobot lahan masyarakat,” kata Kapuspen TNI.
Dalam rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5), Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa pemerintah berencana membangun 750 Yon TP hingga 2029 yang akan tersebar di 514 kabupaten/kota.
“Kita mempunyai perbatasan kurang lebih dengan 11 negara. Kami mengantisipasi bukan untuk menyerang mereka, tetapi ingin mengawal kedaulatan negara kita, ” kata Sjafrie.
Baca Juga: Kadispenad Sebut Kehadiran Yon TP Berikan Dampak Peningkatan Ekonomi Lokal
Sjafrie mengatakan, pemerintah menargetkan membangun 150 Yon TP setiap tahunnya.
“InsyaAllah pada tahun 2026, seluruh kabupaten di Jawa sudah dikawal oleh satu Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan,” kata Menhan RI.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































