Puslatpurmar 6 Antralina Tanam Seribu Pohon Jelang HUT Kolatmar ke-45

Jakarta, IDM – Dalam rangka menyambut HUT ke-45 Komando Latihan Korps Marinir (Kolatmar), Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Marinir 6 Antralina melakukan kegiatan menanam 1.000 pohon di lingkungan Resort PTN Balai Besar TNGGP Cimungkad, Kecamatan Kadudampit, Jumat (21/01).
“Kegiatan ini sengaja dilaksanakan dalam mendukung gerakan menanam 10 Ribu pohon Komando Latih Korps Marinir (Kolatmar) bersama 10 satuan pelaksana (Satlak) jajaran Kolatmar yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah mulai dari Banyuwangi Jawa Timur sampai Dabo Singkep Kepulauan Riau. Jadi ini diwajibkan di masing-masing Satlak menanam sebanyak 1.000 pohon,” ungkap Komandan Puslatpurmar 6 Antralina, Letkol Marinir Ombun Tarera Sipahutar.
Sebelumnya, aksi peduli lingkungan tersebut juga telah dilaksanakan di dua titik lokasi, yaitu di lingkungan Resort PTN Balai Besar TNGGP Pondok Halimun Selabintana, Kecamatan Sukabumi dan lingkungan Resort PTN Balai Besar TNGGP Pasir Hantap Ciambar.
“Melalui kegiatan ini juga sekaligus mengenalkan kepada masyarakat dengan adanya tempat penangkaran habitat elang Jawa. Di mana tempat ini merupakan tempat penangkaran pelestrian fauna jenis elang Jawa yang pertama ditemukan di wilayah Jawa Barat,” sambung Letkol Ombun.

Lebih lanjut Letkol Ombun mengatakan, Marinir dan TNNGP memiliki riwayat yang baik. Sehingga dalam kegiatan ini sekaligus mengajak masyarakat Sukabumi khususnya di wilayah Kecamatan Kadudampit agar lebih dekat untuk mengenal Marinir. Terlebih lagi, Marinir yang ada di Sukabumi adalah satu-satunya di Jawa Barat.
“Walaupun Marinir kecil, tapi kami siap memberikan kontribusi untuk Kota dan Kabupaten Sukabumi. Berharap ke depannya masyarakat dapat mengenal Marinir, karena Marinir hadir untuk masyarakat,” tegasnya.
Di tempat yang berbeda, Komandan Kolatmar Kolonel Marinir I Made Sukada mengatakan, kegiatan ini sengaja dilakukan sesuai dengan instruksi KSAL dan Komandan Korps Marinir, tentang pelarangan penebangan pohon di seluruh Kesatrian jajaran TNI AL, sekaligus mendukung program pemerintah dalam rangka melindungi dan melestarikan alam.
“Di mana pun Marinir berlatih, lingkungan alamnya harus tetap terjaga. Satu pohon mati akibat alam atau ulah manusia maka harus diganti, karena satu pohon akan menjadi habitat ratusan makhluk hidup," ungkap Kolonel Marinir I Made Sukada.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































