Pushidrosal Survei Hidro-oseanografi untuk Tentukan Batas Maritim Negara di Natuna

Jakarta, IDM - Pusat Hidro-oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar focus group discussion (FGD) Pemanfaatan Data Hasil Survei Hidro-oseanografi untuk penentuan batas maritim negara di laut Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (9/11).
Dikutip dari keterangan Pen Pushidrosal, Kamis (10/11), FGD membahas topik tentang keterkaitan data hidro-oseanografi dengan penetapan batas maritim yang di antaranya data hidro-oseanografi untuk mendukung delimitasi batas maritim dan pemenuhan informasi peta militer aspek laut di wilayah perbatasan.
Kemudian, pada FGD juga dilaksanakan pemaparan hasil survei hidro-oseanografi KRI Spica-934 yang saat ini tengah melaksanakan survei di perairan Natuna.
FGD ini digelar dengan tujuan untuk memberikan informasi dan memperoleh masukan dari institusi terkait dan para pakar sebagai bahan dalam merumuskan kebijakan dalam penetapan batas maritim nasional.
Baca: Persiapan Sea Thunder 5/22, Kopaska dan SSG Pakistan Navy Latihan Parsial
Komandan Pushidrosal (Danpushiidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat memaparkan tentang pemanfaatan data hasil survei hidro-oseanografi untuk penetapan batas maritim negara. Sedangkan Dirjen HPI Kemlu L Amrih Jinangkung memaparkan perkembangan perundingan batas maritim Indonesia-Vietnam dan Indonesia-Malaysia. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































