Pusat Siber TNI AD Minta Warga Waspadai Pesanan Fiktif

Jakarta, IDM – Pusat Siber TNI AD (Pussiberad) meminta warga mewaspadai order (pesanan) fiktif yang mengatasnamakan TNI Angkatan Darat.
Dilansir dari keterangan Penpussiberad, Rabu (4/3), disebutkan bahwa akhir-akhir ini marak beredar order palsu atau fiktif yang mengatasnamakan Markas TNI AD.
Baca Juga: KRI Selar-879 Adu Taktik Bareng 2 Kapal Destroyer Jepang Yamagiri-Shiranui
"Modus yang terjadi saat ini merupakan bentuk Social Engineering (Rekayasa Sosial) berbasis Impersonation yang berujung pada Online Fraud (Penipuan Siber)," tulis keterangan Pussiberad.
Lebih lanjut dikatakan TNI AD tidak pernah melakukan pemesanan tanpa melalui prosedur resmi dan jalur administrasi yang sah.
Baca Juga: Identifikasi Kawan atau Lawan? Cara KRI Karel Satsuit Tubun-356 Amankan Langit Perairan Nasional
"Kami mengimbau kepada seluruh pelaku usaha agar melakukan verifikasi langsung ke satuan terkait kemudian tidak mudah percaya pada permintaan mendadak dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan. Mari bersama waspada dan lindungi usaha Anda dari modus penipuan," tulis Pussiberad. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































