HANKAM

Pusat-Daerah Harus Kompak, Menko Polkam Djamari: Program Nasional Tak Bisa Jalan Sendiri

Menko Polkam
Menko Polkam Djamari Chaniago menyebut program nasional tak bisa jalan sendiri. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)

Jakarta, IDM – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyatakan pentingnya kekompakan dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memastikan berbagai program nasional berjalan efektif, termasuk di wilayah Papua.

Menurut Djamari, keberhasilan pembangunan dan penyelesaian berbagai persoalan di daerah tidak dapat hanya mengandalkan satu institusi.

Dibutuhkan kesamaan pemahaman, koordinasi, serta kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Baca Juga: 57 Perusahaan Disegel, Pemerintah Perketat Pengawasan Korporasi di Wilayah Rawan Karhutla

Hal itu disampaikan Djamari saat memberikan arahan dalam acara Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II Wilayah Papua yang dihadiri para kepala daerah dari berbagai wilayah Papua di Jakarta.

Djamari mengapresiasi capaian pemerintah
daerah yang dinilai menunjukkan adanya kerja sama dalam menjalankan berbagai kebijakan dan program pemerintah.

“Apa yang dicapai oleh pemerintah daerah sekarang ini adalah bukti adanya kerja sama di lingkungan daerah serta pemahaman yang sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah tentang program-program pemerintah,” ujar Djamari.

Ia menekankan koordinasi tidak berhenti pada hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.

Kekompakan juga harus dibangun di internal pemerintahan daerah, termasuk antara kepala daerah, wakil kepala daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga masyarakat.

Djamari mengatakan pola kerja kolaboratif tersebut menjadi penting karena setiap persoalan pembangunan memiliki keterkaitan antara satu sektor dengan sektor lainnya.

“Kekompakan ini harus kita jaga karena tidak ada pekerjaan sekecil apa pun yang tidak memerlukan kerja sama. Kita hanya bisa melakukannya dengan bekerja sama,” tegasnya.

Koordinasi lintas pemerintahan, kata Djamari, menjadi bagian penting untuk memastikan program nasional dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan pelayanan yang menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.

Djamari juga mengingatkan program-program nasional berskala besar membutuhkan dukungan seluruh unsur pemerintahan agar implementasinya tidak berjalan secara parsial.

Baca Juga: Karhutla 25.384 Hektare Terkait Perkara Korporasi, Polri Siapkan Penetapan Tersangka Baru

“Begitu pula program-program nasional yang besar, pasti harus kita laksanakan dengan bekerja sama,” katanya.

Ia kemudian mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan intensitas dan kualitas koordinasi. Menurutnya, seluruh kerja pemerintahan pada akhirnya memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kepala daerah dan pemerintah pusat, semuanya bekerja demi kesejahteraan bangsa dan negara kita. Mari kita bersama-sama bekerja untuk mengabdi kepada bangsa ini agar masyarakat kita hidup sejahtera,” pungkasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.