HANKAM

Puluhan Siswa Sekbang TNI AU A-106 Latih Kemampuan Terbang Malam dengan Pesawat G 120TP-A

Pesawat G 120TP-A
Pesawat G 120TP-A yang digunakan oleh siswa Sekbang TNI AU A-106 dalam latihan terbang malam. (Foto: Dok. Instagram @lanud_adisutjipto_yogyakarta)

Jakarta, IDM – Sebanyak 38 siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI Angkatan Udara (TNI AU) angkatan ke-106 menjalani latihan terbang malam sejak 10-27 November 2025 dengan area latihan yang meliputi wilayah udara Yogyakarta hingga Solo.

Dalam pelaksanaannya, para siswa akan terbang dengan menggunakan pesawat G 120TP-A, yang merupakan pesawat latih dasar milik TNI Angkatan Udara. Pesawat lainnya yang turut dikerahkan dalam latihan terbang malam kali ini adalah pesawat Cessna series.

Baca Juga: TNI AU Siapkan Perwira Penyidik yang Berkarakter dan Kompeten melalui Pendidikan Suspa

Melalui latihan tersebut, para siswa dapat memperoleh pemahaman sekaligus pengalaman bagaimana melaksanakan misi penerbangan pada malam hari dengan visibilitas terbatas yang menuntut kewaspadaan dan ketepatan lebih tinggi.

“Latihan terbang malam merupakan salah satu tahapan penting dalam kurikulum pendidikan Sekbang TNI AU, yang bertujuan untuk mencetak penerbang militer yang profesional, tangguh dan siap melaksanakan tugas penerbangan dalam berbagai kondisi cuaca serta waktu, baik siang maupun malam hari,” tulis Penerangan Lanud Adisutjipto melalui unggahan instagram @lanud_adisutjipto_yogyakarta, dikutip Rabu (12/11).

Sekbang TNI AU
Instruktur penerbang dan siswa Sekbang TNI AU A-106 mengecek kesiapan pesawat sebelum menjalani latihan terbang malam. (Foto: Dok. Instagram @lanud_adisutjipto_yogyakarta)

Selain siswa Sekbang, latihan terbang malam juga melibatkan para instruktur penerbang (IP) dengan tujuan untuk meningkatkan profisiensi, melakukan refreshing kemampuan, melaksanakan konversi, serta menjaga standarisasi penerbangan.

“Latihan ini sekaligus meningkatkan kemampuan para instruktur dalam memberikan pembelajaran, bimbingan, serta instruksi yang efektif di lapangan,” jelas Penerangan Lanud Adisutjipto.

Baca Juga: Pangkoopsudnas Hadiri Defence & Security Exhibition Thailand, Tinjau Perkembangan Teknologi Pertahanan

Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Toto Ginanto berpesan agar seluruh peserta dan instruktur penerbang dapat memprioritaskan faktor keselamatan (safety) agar latihan dapat berjalan dengan lancar serta aman.

“Faktor safety merupakan hal yang utama dalam setiap kegiatan latihan. Laksanakan seluruh rangkaian latihan dengan penuh disiplin, sesuai aturan dan prosedur yang berlaku, serta tetap utamakan koordinasi dan kewaspadaan di setiap tahap pelaksanaan, agar latihan dapat berjalan aman, lancar serta selamat” tutur Toto. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.