HANKAM

Puluhan Siswa Sekbang A-106 Ikuti Latihan Survival Dasar Elang Prayudha Pakca 2025

Latihan Survival Dasar Elang Prayudha Pakca 2025.
Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Setiawan membuka Latihan Survival Dasar Elang Prayudha Pakca 2025. (Foto: Dok. Instagram @lanud_adisutjipto_yogyakarta)

Jakarta, IDM – Sebanyak 37 siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan ke 106 mengikuti Latihan Survival Dasar "Elang Prayudha Pakca 2025" yang digelar hingga 16 April 2025.

Latihan tersebut dibuka secara resmi oleh Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Setiawan melalui upacara yang digelar di Lapangan Apel Skadik 104 Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Kamis (10/4).

Baca Juga: Didampingi KSAU dan KSAD, Panglima TNI Tinjau Kesiapan Operasi Skadron Tempur Lanud Iswahjudi

"Latihan ini merupakan bagian penting dari kurikulum pendidikan Sekbang yang bertujuan untuk membekali para calon penerbang dengan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk bertahan hidup dalam kondisi darurat," tulis Penerangan Lanud Adisutjipto dikutip dari instagram @lanud_adisutjipto_yogyakarta, Sabtu (12/4).

Danlanud menambahkan, dalam pelaksanaan tugas di dunia penerbangan militer, tidak tertutup kemungkinan awak pesawat akan menghadapi sebuah kondisi darurat atau emergensi yang mengharuskan personel dapat mengatasinya demi mempertahankan hidup di daerah operasi. Untuk itu, diperlukan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui teori dan juga praktik langsung di lapangan.

Latihan Survival Dasar Elang Prayudha Pakca 2025.
Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Setiawan mengecek kesiapan peserta Latihan Survival Dasar Elang Prayudha Pakca 2025. (Foto: Dok. Instagram @lanud_adisutjipto_yogyakarta)

"Melalui latihan ini, para siswa diharapkan mampu memahami hal-hal dasar yang esensial dalam survival, melatih kekuatan mental dan fisik, serta meningkatkan ketangguhan dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat di tengah situasi kritis sebelum pertolongan datang," sambung Marsma TNI Setiawan.

Baca Juga: Helikopter HS-1306 Satgas MTF XXVIII-P Lebanon Penuhi Standar Keamanan PBB

Sebagai calon penerbang TNI AU, lanjut Danlanud, para siswa akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi. Maka, latihan ini tidak boleh dianggap sebagai rutinitas semata, melainkan harus dijadikan sarana untuk menempa jiwa keprajuritan dan kesiapan menghadapi kondisi ekstrem di medan sebenarnya.

Dalam pelaksanannya, latihan survival dasar ini terdiri dari dua bagian, yaitu latihan pra survival dan survival dengan area latihan di Lanud Adisutjipto serta Waduk Sermo Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.