HANKAM

Puluhan Siswa PSDP TNI Ikuti Fase Terbang Dasar di Lanud Adisutjipto

Upacara Penyerahan Siswa Dikmapa PSDP Penerbang TNI
Upacara Penyerahan Siswa Dikmapa PSDP Penerbang TNI dari Kodiklat TNI kepada Kodiklatau digelar di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Sebanyak 30 siswa Dikmapa Pendidikan Sekolah Penerbang Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Penerbang TNI A-XXXV/TP 2024 mengikuti tahap pendidikan III, yaitu fase terbang dasar, di Wingdik 100/Terbang Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.

Sebelumnya, puluhan siswa tersebut telah merampungkan dua tahap pendidikan dasar, yaitu Diksarrit (Pendidikan Tahap Dasar Keprajuritan) dan Diksargolpa (Pendidikan Dasar Golongan Perwira) yang digelar di Magelang.

“Pendidikan ini menjadi langkah krusial dalam membangun keahlian terbang serta karakter sebagai penerbang militer yang siap mengemban tugas di berbagai operasi udara TNI Angkatan Udara (TNI AU),” tulis Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau).

Baca Juga: Kemhan Rapat Koordinasi Kesiapan Indo Defence Juni 2025

Selain itu, penyelenggaraan program PSDP TNI ini sekaligus menjadi wujud nyata atas komitmen TNI AU dalam mencetak para penerbang militer yang andal dan profesional, serta sejalan dengan tekad TNI AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis) yang digaungkan KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Sebagai bagian dari rangkaian pendidikan, upacara Penyerahan Siswa Dikmapa PSDP Penerbang TNI dari Kodiklat TNI kepada Kodiklatau digelar di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Kamis (20/3).

Upacara Penyerahan Siswa Dikmapa PSDP Penerbang TNI
(Foto: Dok. Dispenau)

Kepada para siswa, Wadankodiklat TNI Marsda TNI Rudi Iskandar berpesan agar mereka selalu menyiapkan fisik, mental, serta memiliki disiplin yang tinggi selama menjalani pendidikan tahap III ini.

"Pendidikan ini tidak hanya menuntut keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental yang kuat. Ikuti seluruh instruksi pelatih dan instruktur dengan penuh kesungguhan. Tanamkan semangat pantang menyerah untuk mewujudkan mimpi menjadi penerbang TNI. Jaga kehormatan diri dan tetap solid dalam satu almamater," ujar Wadankodiklat TNI.

Baca Juga: Akhiri Rangkaian Kunjungan Kerja di Timur Indonesia, Menhan Sjafrie Tinjau Sarpras Rindam XVII/Cenderawasih

Sementara itu, Dankodiklatau Marsdya TNI Arif Mustofa dalam sambutannya yang dibacakan Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Setiawan mengapresiasi keberhasilan para siswa menyelesaikan tahap pendidikan sebelumnya.

Ia menegaskan bahwa fase terbang dasar ini merupakan bagian penting dalam membentuk disiplin, keterampilan, serta kesiapan operasional penerbang militer yang profesional dan unggul.

"Berlatihlah dengan tekun, disiplin, dan semangat juang tinggi. Pendidikan di Wingdik 100/Terbang akan menjadi pondasi bagi masa depan kalian sebagai penerbang militer yang diandalkan oleh bangsa dan negara," pesan Dankodiklatau. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.