Puluhan Prajurit Kapal Perang TNI AL Ikut Pelatihan Teknis Sistem Penembakan Rudal MM40

Jakarta, IDM – Sebanyak 30 prajurit dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) dan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada II mengikuti pelatihan teknis sistem penembakan rudal antikapal ke permukaan atau Surface to Surface Missile (SSM) MM40 di Surabaya, Senin (30/6).
Adapun puluhan prajurit dari kedua komando pelaksana tersebut terdiri dari strata perwira, bintara, hingga tamtama jajaran kapal perang di bawah Koarmada II.
Perwira Pembantu 4 Staf Komunikasi dan Elektronika TNI AL, Kolonel Laut (P) Adi Lumaksana mengatakan, pelatihan teknis sistem penembakan rudal MM40 ini merupakan upaya sistematis dalam meningkatkan kualitas profesionalisme prajurit TNI AL di bidang sistem persenjataan, komunikasi, dan elektronika (sewaco).
Baca Juga: Panglima Agus: Sinergi TNI-Polri Simbol Tangguh Menuju Indonesia Emas
"Pelatihan ini atas arahan dari staf komunikasi dan elektronika Markas Besar TNI AL (Mabesal)" kata Adi, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Selasa (1/7).
Adi menuturkan, pelatihan teknis juga bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis kepada para prajurit kapal perang terkait pengoperasian dan sistem penembakan rudal MM40, baik dari aspek teori maupun praktik.
"Peningkatan kompetensi personel di bidang sistem senjata menjadi salah satu prioritas pembinaan sumber daya manusia TNI AL, terutama dalam menghadapi dinamika tugas operasi dan perkembangan teknologi alutsista," tuturnya.
Baca Juga: Gelar Safety Workshop, Kapuslaiklambangjaau Dukung Terciptanya Zero Accident
Oleh karena itu, ia berharap melalui pelatihan teknis ini dapat mendukung kesiapan tempur unsur-unsur kapal perang TNI AL dalam melaksanakan tugas pertahanan dan keamanan laut secara optimal.
"Melalui pelatihan teknis ini, Koarmada II terus berkomitmen membekali prajuritnya dengan kemampuan relevan dan mutakhir, demi menjaga keunggulan TNI AL dalam setiap aspek pertempuran laut. Ke depan, pembinaan berkelanjutan terus dilakukan untuk mewujudkan sumber daya manusia unggul, profesional, dan siap tempur," ujarnya. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































