Puluhan Marinir Indonesia dan AS Terjun Tempur di Latma Reconex 2025

Jakarta, IDM – Korps Marinir Indonesia dan Amerika Serikat (USMC) mengerahkan para prajuritnya untuk adu keterampilan terjun tempur pada latihan bersama Reconnaissance Exercise (Reconex) 2025 California, Rabu (11/6).
Komandan Satgas Latma Reconex Letkol (Mar) Aristoyuda, menyebutkan Marinir Indonesia menurunkan 15 prajurit dari satuan Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 3 dan Pasmar 3.
Baca Juga: Mengenal Tank Anti-Drone P8 Light Karya Anak Bangsa di Pameran Indo Defence
Sedangkan Marinir Amerika Serikat selaku tuan rumah, mengerahkan 20 prajurit dari masing-masing satuan yang berasal dari pasukan Ekspedisi Marinir (I MEF), Divisi 1 Marinir, Batalyon Intai (1st Recon Battalion) dan Bravo Company.
"Kedua Marinir negara adu kemampuan materi terjun payung militer di drop zone lapangan Elsinore," kata Aristoyuda, dikutip dari laman TNI AL, Kamis (12/6).
Reconex 2025 dijadwalkan berlangsung selama 21 hari, yakni dari 27 Mei-16 Juni. Latihan ini merupakan bagian dari program kerja sama militer tahunan antara Marinir Indonesia dan Amerika Serikat, yang bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan kesiapsiagaan tempur satuan-satuan elite dari kedua negara.
"Keterlibatan prajurit Marinir Indonesia dalam Reconex 2025 ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bidang operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP) dengan negara sahabat untuk menjaga kedaulatan negara dan stabilitas keamanan di kawasan," ujar Aristoyuda.
Baca Juga: Daftar Lima Alutsista Hasil Inovasi TNI AD yang Dipamerkan di Indo Defence
Sebelumnya, pada 8-10 Juni lalu, Marinir Indonesia dan Amerika Serikat juga mempelajari sejumlah materi penting, di antaranya teori mengenai pengetahuan penerjunan dan drill, praktik teknik penerjunan exiting and staging, flying and maneuvering, kontrol parasut saat dibuka dan pendaratan (canopy control and landing), serta penerjunan di medan tempur (combat zone).
Kemudian, pada 27-30 Mei, para prajurit Taifib Indonesia dan Marinir Amerika Serikat juga telah melaksanakan materi latihan pendahuluan yang meliputi teknik penembak jitu (sniper), dan dilanjutkan menembak reaksi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































