HANKAM

PT Len Ungkap Progres Pemasangan 13 Radar GCI Thales, Target Tahun Depan Rampung

Rico Ricardo Sirait
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dan Direktur Bisnis dan Kerja Sama PT Len Industri Dwi Sulistiani. (IDM/Nirmala Maulana)

Bandung, IDM – PT Len Industri mengungkap perkembangan pemasangan 13 unit sistem radar Ground Control Interception (GCI) yang dibeli dari perusahaan asal Prancis, Thales.

Saat ini, dari 13 unit sistem yang dibeli Indonesia, dua di antaranya sudah terpasang, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

“(Pemasangan) radar sedang berjalan. Dari 13 lokasi, dua lokasi sudah siap. Dan ini memang mendukung pertahanan di kawasan timur khususnya,” kata Direktur Bisnis dan Kerja Sama PT Len Industri Dwi Sulistiani saat ditemui di kantor PT Len, Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10).

Baca Juga: Usai Dilantik Presiden, Pangkostrad Resmikan Monumen Infanteri di Bandung

Dari yang sudah terpasang, kata Dwi, radar-radar tersebut sudah terkoneksi atau satu data link dengan pesawat-pesawat TNI Angkatan Udara.

“Minimal di lingkup matra udara itu sudah, jadi dari antarpesawat dan radar bisa komunikasi. Tantangan selanjutnya adalah memang bisa komunikasi dengan matra yang lain, salah satunya laut,” ujar Dwi.

Dwi juga menekankan pentingnya interoperabilitas pada alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

“Inilah yang menjadi tugas Len untuk bisa menyatukan dan mengintegrasikan, semua perangkat, yang lama maupun baru, dan yang sedang dibangun dalam bentuk command control,” kata Dwi.

Baca Juga: Kodam IX/Udayana: Mayor TNI AD Terjaring Razia Tempat Hiburan, Langsung Ditahan

PT Len menargetkan 13 radar GCI sudah terpasang semua pada tahun depan.

Diketahui, Indonesia melalui Kementerian Pertahanan RI mengakuisisi 13 radar GCI dari Thales pada 2022. Kontrak ditandatangani pada tanggal 20 April 2022 dan pengiriman dilakukan dalam waktu 48 bulan setelah tanggal efektif kontrak.

Keterlibatan PT Len Industri dalam proses pengadaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan industri pertahanan dalam negeri, meningkatkan kesempatan kerja lokal, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.