HANKAM

PSU di Papua, Kemenko Polkam Petakan Lokasi Pengamanan Bersama TNI dan BIN

Wakil Menko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus.
Wakil Menko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus mengemukakan kesiapan pemerintah jelang PSU dan Pilkada Ulang 2025 yang akan berlangsung pada bulan Agustus mendatang. (Foto: Dok. Kemenko Polkam RI)

Jakarta, IDM – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) Letjen TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus mengemukakan kesiapan pemerintah jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pilkada Ulang 2025 yang akan berlangsung pada bulan Agustus mendatang.

Diketahui, penyelenggaraan PSU akan digelar di Provinsi Papua, Kabupaten Boven Digoel, dan Kabupaten Barito Utara.

PSU merupakan rangkaian akhir dari tahapan Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 yang akan dilaksanakan pada 6 Agustus 2025.

Baca Juga: Dankormar: Validasi Organisasi, 17 Pati Marinir Akan Naik Pangkat

Khusus di wilayah Papua, Lodewijk menuturkan sudah memetakan lokasi TPS dari yang kurang rawan, rawan hingga sangat rawan.

“Dan metodenya pun, rumus untuk pengamanan tersebut sudah kota rumuskan. Seperti contoh kalau TPS yang kurang rawan itu ada rumus misalnya 262 dalam arti kata dua personel Polri bisa mengamankan enam TPS atau empat TPS dengan dua linmas,” ungkap Lodewijk di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta, dikutip Ssbtu (26/7).

“Kalau yang rawan nanti akan dengan rumus 224, dua Polri, dua TPS, dan empat linmas. Dan kalau untuk yang sangat rawan dengan ketentuan pengamanannya adalah dua anggota Polri satu TPS dengan dua linmas,” tambahnya.

Baca Juga: Peringatan Hari Bakti ke-78, TNI AU Sediakan Layanan Kesehatan dan Ribuan Paket Sembako

Lodewijk menegaskan pemetaan pengamanan lokasi TPS di Papua sudah dilakukan berdasarkan dari intelijen dan koordinasi bersama BIN dan TNI.

Lodewijk menerangkan untuk pelaksanaan PSU di Papua tidak ada operasi khusus karena pola pengamannya sudah disiapkan.

“Penambahan pasukan tidak ada ya, hanya mereka stand by, hanya mana yang membutuhkan perkuatan ya tergantung dinamika baru itu digerakkan,” terang Lodewijk. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.