HANKAM

Program TNI AD Manunggal Air Capai 69 Titik Baru

Program TNI AD Manunggal Air Capai 69 Titik Baru
(Dok Dispenad)

Jakarta, IDM - Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Tatang Subarna mengatakan bahwa program TNI AD Manunggal Air yang bertujuan membantu warga masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih, terus berkembang pesat.

Tatang menyebut, indikasi perkembangan tersebut dilihat dari penambahan yang signifikan terhadap jumlah titik pembangunan pompa hidram atau sumur bor yang dikerjakan Satgas TNI AD Manunggal Air di seluruh Indonesia. Sejak dicanangkan pada 24 Maret 2022 lalu tercatat penambahan sejumlah 69 titik baru yang tersebar dari Pulau Sumatera hingga Papua.

“Sebelumnya hanya 16 titik pembangunan manunggal air yang direncanakan. Tapi kemudian bertambah 69 titik baru, sehingga total ada 85 titik yang kita bangun. 55 titik sudah mengalir airnya, dan 30 titik lainnya sedang dalam tahap pengerjaan,” jelas Tatang, Jumat (10/6).

Tatang memaparkan, terjadi kenaikan 20% jumlah penerima manfaat program ini. Dari semula 15.612 KK menjadi 18.786 KK. Demikian pula dengan pengairan lahan pertanian warga, meningkat 46 kali lipat, dari 220 hektar menjadi 10.340 hektar.

“Menilik selama 78 hari ini bisa tercapai 85 titik, maka kita optimis program ini akan terus berkembang pesat ke depannya. Karena air adalah kebutuhan mendasar bagi manusia,” ujar Tatang.

(Dok Dispenad)

Program TNI AD Manunggal Air sejatinya berangkat dari implementasi Delapan Wajib TNI, serta Tujuh Perintah Harian KSAD Kelima dan Keenam, yaitu TNI AD harus hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat apapun bentuknya dan senantiasa menjadi solusi serta melakukan tindakan-tindakan yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat, agar mampu menumbuhkan kecintaan dan kasih sayang rakyat kepada TNI AD.

Namun ternyata program TNI AD Manunggal air juga ikut menyentuh permasalahan lain yang terjadi di masyarakat. Contohnya, melihat kondisi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tidak hanya membutuhkan akses air bersih, namun juga tingkat sanitasinya masih minim (tidak memiliki MCK), maka program ini pun berinisiatif untuk membangun MCK untuk warga.

“Hingga saat ini, sudah mulai dibangun sebanyak 78 unit MCK,” ungkap Tatang.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.