Profil Mayjen TNI Sriyanto, Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional

Jakarta, IDM – Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik Mayjen TNI Sriyanto menjadi Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) di Istana Negara, Kamis (15/10). Pengangkatan ini tertuang dalam Keppres Nomor 43/M Tahun 2026. Sriyanto dilantik bersama Profesor Satyawan Pudyatmoko yang menjabat sebagai Kepala BPGMN.
Baca Juga: Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon Dilantik jadi Wamenhan, Punya Dua Fokus Berbeda
Sebelum dilantik Presiden, Mayjen TNI Sriyanto menjabat Kapoksahli Pangdam XXI/Radin Inten dengan pangkat Brigjen. Tercatat, dalam tugasnya di Kodam XXI/Radin Inten ia mampu melakukan pendekatan humanis dalam upaya penataan aset milik negara di wilayah Kodam XXI/Radin Inten. Ia menegaskan bahwa negara tidak hadir untuk menekan atau menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Sebaliknya, penataan aset dilakukan untuk menciptakan kepastian hukum sekaligus menjaga ketenteraman warga.
Lebih lanjut dalam tugasnya, Mayjen TNI Sriyanto juga melibatkan civitas academica yaitu mahasiswa Unila yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) termasuk Komunikasi dan Deteksi Kondisi Masyarakat Pedesaan (KDKMP), penyediaan air bersih, konservasi alam, pendampingan sekolah luar biasa, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Catatan prestasi lainnya adalah penanganan karhutla yang melanda Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Ia pun turun langsung melakukan pemadaman di titik-titik krusial dengan dukungan 2 mobil pemadam, 1 mobil tangki air, truk NPS, serta drone.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































