HANKAM

Profil Mayjen TNI Bangun Nawoko, Pangdam XVI/Hasanuddin yang Baru

Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Mayjen TNI Bangun Nawoko. (Foto: Pendivif 3 Kostrad)

Jakarta, IDM – Berdasarkan surat keputusan Kep/1334/IX/2025 yang diteken pada 30 September 2025 oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto jabatan Panglima Kodam (Pangdam) XVI/Hasanuddin bakal berganti.

Adalah Panglima Divisi (Pangdivif) 3, Mayjen TNI Bangun Nawoko yang akan menduduki jabatan ini. Ia menggantikan Mayjen TNI Windiyatno yang sekarang masih menjabat Pangdam XIV/Hasanuddin hingga upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) mendatang.

Dilansir dari berbagai sumber, Bangun merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1992 dari kecabangan Infanteri. Ia merupakan putra kelahiran Temanggung, Jawa Tengah, pada 10 Februari 1969.

Baca Juga: Samudra Shakti-25: KRI John Lie Fokus Latihan Peperangan Laut Bersama India

Sebelum menjabat Pangdivif 3, Bangun menduduki posisi sebagai Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap.

Sejumlah penghargaan juga pernah diraih Bangun diantaranya Brevet Kualifikasi Para Raider, Brevet Kualifikasi Cakra Kostrad dan Brevet Kualifikasi Intai Tempur (Taipur).

Untuk bintang tanda jasa, Bangun juga meraih puluhan penghargaan. Terbaru yaitu menerima Tanda Kehormatan Bintang Yudha Dharma Pratama yang disematkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam kegiatan Presidential Inspection di atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang berlayar di Teluk Jakarta, Kamis (2/10).

Baca Juga: Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, dari Kadispenad Kini Jabat Sesmilpres

Penghargaan ini menjadi wujud pengakuan negara atas jasa, dedikasi, dan pengabdian Pangdivif 3 Kostrad dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI AD serta pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Bintang Yudha Dharma Pratama merupakan tanda kehormatan tertinggi yang diberikan pemerintah kepada mereka yang telah mendarmabaktikan diri melebihi panggilan kewajiban, serta menghasilkan karya yang manfaatnya dirasakan oleh bangsa dan negara. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.