HANKAM

Profil Komandan Denjaka Baru Kolonel Profs: Berpengalaman di Paspampres-Intelijen TNI

Kolonel (Mar) Profs Dhegratmen Syah Akbara
Kolonel (Mar) Profs Dhegratmen Syah Akbara (barisan depan, kedua dari kanan) saat mengikuti prosesi pengambilan sumpah jabatan dalam upacara serah terima jabatan di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Senin (29/6). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) kini punya nahkoda baru. Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi resmi menyerahkan tongkat komando pasukan khusus antiteror laut tersebut kepada Kolonel (Mar) Profs Dhegratmen Syah Akbara.

Bagi lingkungan baret ungu, penunjukan ini seperti menyambut pulangnya sang "anak hilang". Profs bukan orang baru di satuan elite ini. Ia merangkak dari bawah, merasakan dinginnya air laut sebagai komandan unit terkecil, hingga kini memimpin seluruh jajaran komando Denjaka.

Pelantikan perwira menengah lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-45 tahun 1999 ini menjadi sorotan. Pasalnya, Profs datang dengan paket komplit. Ia adalah kombinasi antara otak intelijen strategis dan otot pasukan khusus.

Dari Bais TNI hingga Ring 1 Istana

Sebelum kembali ke Cilandak untuk memimpin Denjaka, Profs menghabiskan bertahun-tahun waktunya di dunia intelijen. Rekam jejaknya di sektor ini terhitung gahar.

Baca Juga: Kronologi TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Babel

Ia tercatat pernah memegang posisi krusial sebagai Asisten Intelijen Komando Operasi Khusus (Asintel Koopsus) TNI sepanjang periode 2021 hingga 2023. Jauh sebelum itu, ia juga sudah kenyang mengasah ketajaman analisisnya lewat Kursus Perwira Kontra Intelijen di Satuan Induk Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.

Tidak hanya urusan intelijen, perwira penyandang gelar Magister dari Universitas Pertahanan (Unhan) ini juga sempat mencicipi ketatnya pengamanan lingkaran dalam istana. Profs pernah masuk dalam jajaran Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sebagai Perwira Bantuan Latihan Staf Operasi pada 2018 silam.

Pada tahun yang sama, ia terbang ke Korea Selatan untuk memperdalam ilmu militernya lewat kursus perlindungan internasional (The International Protection and Sec TC).

Pangkormar Letjen (Mar) Endi Supardi
Pangkormar Letjen (Mar) Endi Supardi (kiri) melakukan salam komando dengan Komandan Denjaka yang baru, Kolonel (Mar) Profs Dhegratmen Syah Akbara, pascaserah terima jabatan di Cilandak, Jakarta. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Merangkak dari Bawah di Denjaka

Meski sempat melanglang buana ke berbagai instansi gabungan TNI, Denjaka tetaplah rumah spiritual bagi Profs. Ia sudah mencicipi kerasnya pendidikan komando sejak menyandang pangkat perwira remaja.

Baca Juga: Laris Manis, Filipina Borong Lagi Kapal Perang Buatan RI!

Usai lulus dari pendidikan perwira intai amfibi (Dikpa Taifib) pada tahun 2000, ia langsung memimpin Peleton 2 Kompi B Batalion Taifib Pasmar 1. Jalur hidupnya di dunia antiteror semakin mantap setelah ia lulus dari Kursus Perwira Taktis Antiteror Aspek Laut (Sus PTAL) angkatan VI.

Kariernya di Denjaka merangkak naik secara organik:

  • Tahun 2003: Memimpin sebagai Danunit-2 Tim Alpha Denjaka.
  • Tahun 2008-2011: Bergantian memimpin Tim Charlie, Tim Alpha, hingga Tim Teknik Denjaka.
  • Tahun 2014: Dipercaya memegang kendali operasional sebagai Perwira Staf Operasi (Pasops) Denjaka.

Profs juga sempat keluar dari lingkaran pasukan khusus untuk memimpin pasukan teritorial sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 7 Marinir di Lampung pada 2015. Sebelum akhirnya ditarik kembali memimpin Denjaka, ia bertugas sebagai Komandan Pasukan Latihan Kesiagaan Puslat Kodiklat TNI.

Kini, tugas berat sudah menanti Profs di meja kerjanya. Dengan modal pengalaman matang di dunia intelijen, pengamanan VVIP, dan operasi khusus, ia memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kesiapan tempur pasukan antiteror laut RI di tengah dinamisnya ancaman maritim global.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.