Profil Kolonel Farid Yudho Dwi Leksono, Dangrup A yang Akan Kawal Prabowo

Jakarta, IDM – Hari ini, Jumat, (13/12) Bertempat di Gedung Pelangi Mako Paspampres, Jakarta, Komandan Paspampres Mayjen TNI Achiruddin memimpin upacara serah terima jabatan. Total ada tiga jabatan strategis yang disertijab yaitu jabatan Komandan Grup A (Dangrup A), Asops, dan Dandendeteksi Paspampres.
Dari ketiga jabatan ini, Kolonel Inf Farid Yudho Dwi Leksono bertanggungjawab menjadi Komandan Grup A Paspampres. Ia menggantikan tugas Brigjen TNI Wimoko.
Baca Juga: TNI AL Kumpulkan Puluhan Perwira dari 22 Negara Asia-Pasifik di Surabaya, Ada Apa?
Farid merupakan lulusan Abiturien Akmil 2001. Pada tahun 2023 ia adalah salah satu perwira dari tujuh perwira yang naik pangkat satu tingkat menjadi Letkol di lingkungan Kopassus. Kenaikan pangkat saat itu dipimpin oleh Danjen Kopassus Mayjen Iwan Setiawan.
Tercatat karier militernya Farid adalah Komandan Kodim (Dandim) 1422/Maros, Komandan Dodiklatpur Rindam XIV/Hasanuddin, Asintel Kopassus dan Asops Paspampres.
Baca Juga: Mengenal Grup A Paspampres, Satuan Pengawal Presiden yang Baru Berganti Komandan
Dalam amanat sertijab, Komandan Paspampres Mayjen TNI Achiruddin memberikan wejangan untuk Farid beserta beberapa Pamen yang baru bergabung di Satuan Paspampres. Achiruddin meminta agar dapat menjalankan kepercayaan yang telah diberikan oleh Pimpinan untuk mengemban tugas dan amanah baru dengan sebaik baiknya serta penuh rasa tanggung jawab. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































