Profil Danpuspenerbal Laksma Bayu Alisyahbana, Pernah Jadi Penerbang Helikopter hingga Komandan KRI

Jakarta, IDM – Laksamana Pertama Bayu Alisyahbana resmi menjadi Komandan Pusat Penerbang Angkatan Laut (Danpuspenerbal) menggantikan Laksamana Muda Sisyani Jaffar.
Pergantian posisi komandan Puspenerbal tersebut dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali melalui serah terima jabatan, di Jakarta, Jumat (9/5).
"Regenerasi kepemimpinan di lingkungan TNI AL terus berjalan sebagai salah satu bentuk dinamika pembinaan organisasi dalam lingkungan TNI, khususnya TNI AL," kata Ali, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal.
Baca Juga: Ke Singapura, Wakil KSAL Kenalkan Visi Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia
Adapun Sisyani akan menjadi perwira tinggi (pati) Markas Besar Angkatan Laut dalam rangka memasuki masa pensiun. Sebelumnya, Bayu ialah wakil komandan Puspenerbal selama Sisyani memimpin jabatan bintang dua tersebut.
"Kepada Danpuspenerbal yang baru (diharapkan) untuk lebih berkontribusi melahirkan inovasi dalam mendukung pelaksanaan tugas sesuai bidang masing-masing," pesan Ali.
Profil Laksma Bayu Alisyahbana
Sebelum menjabat sebagai Danpuspenerbal, Bayu dalam perjalanan kariernya telah banyak menempati jabatan strategis di TNl AL. Setelah menamatkan pendidikan di Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-41 tahun 1995, perwira kelahiran Tasikmalaya, 10 September 1971 ini, mendapat penugasan pertama di KRl Teluk Semangka-512.
Kemudian, pada 1997 Bayu mengikuti pendidikan brevet penerbang dan selanjutnya ditugaskan di beberapa satuan, baik di skuadron udara sebagai penerbang helikopter hingga kapal perang, pangkalan TNl AL, penugasan luar negeri, lembaga pendidikan dan pejabat staf di jajaran Puspenerbal sampai menjadi komandan Puspenerbal.
Baca Juga: Penguatan Institusi, Enam Pati TNI AU Naik Pangkat
Secara lebih rinci, riwayat jabatan Bayu meliputi Asskadiv Bahmuat KRI Teluk Semangka-512 (1996); Dikbrevet Penerbang (1997); Satudarma Koarmatim (1998); Kasilambang Ron-400 Wing Udara Koarmatim (2001); Komandan Flt-Ii Rw Ron-200 Wing Udara Koarmatim (2005); Kasi Intelud Sops Satudarma Koarmatim (2006); Padya Pamlidmar Sintel Lantamal l Belawan (2007); Gas Ilo di Kinibalu Malaysia (2008).
Kemudian, sebagai Pabandya Pamlidmar Sintel Lantamal l (2010); Palaksa KRl Tanjung Kambani-971 Kolinlamil (2011); Komandan KRl Teluk Bone-511 (2013); Komandan Lanal Simeulue Lantamal l (2014); Dirops Puspenerbal (2014), Dirlog Puspenerbal (2016); Komandan Lanudal Juanda (2017); Komandan Pusdiksus Kodikopsla Kodiklatal (2019); Dirpers Puspenerbal (2021); Wakil Komandan Puspenerbal (2021); dan Komandan Puspenerbal per Mei 2025 ini. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































