Profil Dankopasgat Baru, Ahli Antiteror Detasemen Bravo 90

Jakarta, IDM – Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor 6 Kep/558/VI/2022 tertanggal 27 Juni 2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI), jabatan Komandan Kopasgat (Dankopasgat) kini resmi disandang oleh Marsekal Pertama TNI Taspin Hasan.
Dengan jabatan barunya sebagai orang nomor satu di Korps Baret Jingga, Marsekal Pertama TNI Taspin Hasan akan naik pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Marsekal Muda (Marsda) TNI.
Marsekal Muda (Marsda) TNI Taspin Hasan merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1989 dari kecabangan Kopasgat dan mahir dalam bidang Anti Teror (Detasemen Bravo 90).
Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftar riwayat jabatan Marsekal Muda (Marsda) TNI Taspin Hasan :
- Komandan Kompi E BS (1996—1998)2.
- Komandan Batalyon Komando 466 (2002—2005)
- Komandan Batalyon Komando 464 (2005—2006)
- Asisten Perencanaan Korpaskhas (2010—2012)
- Komandan Wing 1 Paskhas (2012—2015)
- Kepala Staf Garnisun Tetap II Bandung (2017—2018)
- Wakil Komandan Korpaskhas (2018—2022)
- Wakil Komandan Kopasgat (2022)
- Komandan Kopasgat (2022—Sekarang)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































