HANKAM

Prioritaskan Investigasi, TNI AL Hentikan Sementara Operasional Tujuh Pesawat Bonanza

Prioritaskan Investigasi, TNI AL Hentikan Sementara Operasional Tujuh Pesawat Bonanza
(Dok Dispenal)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, memerintahkan pemberhentian sementara operasional tujuh pesawat TNI AL jenis Bonanza, untuk kepentingan investigasi pascainsiden jatuhnya G-36 Bonanza T-2503 di Selat Madura, Rabu kemarin.

"Semua pesawat udara TNI AL jenis Bonanza kita grounded untuk kepentingan investigasi secara mendalam," kata Yudo, kepada awak media, di Mabesal, Jakarta, Kamis (8/9).

Imbas pemberhentian sementara, sejumlah kegiatan latihan serta acara demo udara yang melibatkan pesawat jenis Bonanza ditunda terlebih dahulu agar lebih memprioritaskan kebutuhan investigasi penyebab jatuhnya T-2503 yang kala itu tengah berlatih air defence exercise Siaga Armada II.

"Selama bukan untuk kepentingan operasi yang sangat mendesak, acara demo dan latihan bisa ditunda dulu," ungkap Yudo.

Yudo menegaskan, investigasi akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pemeliharaan berkala (harla) pesawat buatan Amerika Serikat (AS) tersebut yang terakhir kali dilakukan pada pertengahan Agustus lalu. Terlebih, T-2503 masih memiliki 190 jam terbang dan hal ini masih dikategorikan sangat layak.

"Jika hasil dari Irjenal menyatakan harla tidak benar, harus kita evaluasi. Dari investigasi nanti muncul sebabnya, kalau memang harla kemarin tidak benar, ya tentunya akan menjadi temuan harlanya tidak benar," tuturnya.

Ia melanjutkan, selain melibatkan Inspektur Jenderal Angkatan Laut (Irjenal) dan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), investigasi juga melibatkan para senior yang berkompeten. "Nanti, tentunya dari insan penerbangan angkatan laut kita libatkan, para senior yang dulu pernah menjabat di situ juga bisa dlibatkan," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.