Presiden Taiwan Tegaskan Ancaman Kekuatan Militer China Belum Berkurang

Jakarta, IDM - Presiden Taiwan Tsai Ing Wen, mengatakan ancaman kekuatan militer China di wilayahnya belum berkurang, padahal pada Rabu (10/8) lalu, China mengumumkan telah merampungkan tugas di sekitar Taiwan.
"Taiwan tak mencari perang dengan China, bahkan memprovokasi pertikaian sekali pun," kata Tsai dalam keterangan kantor presiden, dikutip oleh Reuters, Jumat (12/8).
"Namun, kami siap mempertahankan kedaulatan keamanan nasional serta patuh pada landasan pertahanan demokrasi dan kebebasan," lanjutnya.
Sementara itu, seorang sumber pejabat Taiwan mengungkapkan, jumlah kapal perang China yang berada di dekat garis batas Selat Taiwan belakangan ini sangat berkurang dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Dia mengatakan, ada beberapa kapal Angkatan Laut China melakukan misi di lepas pantai timur Taiwan serta dekat Pulau Yonaguni, Jepang, yang berjarak sekitar 100 km dari Taiwan.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Taiwan mendeteksi 21 jet tempur dan enam kapal AL China di dalam dan sekitar Selat Taiwan, 11 di antaranya melintasi garis tengah yang membagi kedua wilayah. Tapi, jumlah tersebut turun dibandingkan 36 jet tempur dan sepuluh kapal yang terdeteksi kemarin, 17 di antaranya melintasi garis tengah. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































