Presiden Prabowo Perintahkan TNI Tambah Batalion Kesehatan untuk Perkuat Misi Kemanusiaan

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan TNI untuk menambah jumlah batalion kesehatan. Instruksi tersebut disampaikan setelah ia meninjau pesawat angkut baru Airbus A-400M/MRTT Alpha 4001 di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (3/11).
Prabowo menegaskan batalion kesehatan tidak hanya berfungsi untuk mendukung penanganan bencana di dalam negeri, tetapi juga siap diterjunkan dalam misi kemanusiaan global.
“Seandainya ada peristiwa kemanusiaan di mana pun, kita juga bisa hadir,” ujar Prabowo.
Menurutnya, Indonesia harus berperan aktif dalam membantu negara lain sebagaimana dunia internasional pernah membantu Indonesia saat bencana di Aceh dan Palu.
Baca Juga: 5 Pesan KSAU untuk Polisi Militer TNI AU di HUT ke-79
Prabowo juga memerintahkan agar pesawat A-400M dilengkapi modul ambulans udara dan peralatan menghadapi kebakaran hutan.
“Kita segera pesan modul ambulans udara untuk A400,” ucapnya. Pesawat ini juga memiliki kemampuan sebagai tanker udara untuk mendukung berbagai misi TNI. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































