HANKAM

Presiden Prabowo Beri Tanda Kehormatan Samkaryanugraha kepada Empat Satuan TNI AU

penganugerahan
KSAU memimpin upacara penganugerahan Tanda Kehormatan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AU. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Sebanyak empat satuan di jajaran TNI Angkatan Udara (TNI AU) memperoleh Tanda Kehormatan Samkaryanugraha. Penghargaan tersebut merupakan wujud pengakuan negara atas rekam jejak, kesiapan operasional yang teruji, serta dedikasi prajurit dalam melaksanakan tugas.

Di sisi lain, penghargaan Samkaryanugrahan diberikan sebagai pengingat bagi setiap satuan untuk menjaga kehormatan satuan dan meningkatkan kesiapan operasional dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.

Baca Juga: Menhan Sjafrie ke Prajurit Yonif TP: Kalian Harus Siaga Antisipasi Karhutla

Sebelum ditetapkan secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto, setiap satuan penerima sebelumnya telah melalui tahap penelitian serta verifikasi yang cermat. Keempat satuan TNI AU yang memperoleh penghargaan dari negara itu adalah Lanud Sultan Iskandar Muda, Skadron Udara 11, Skadron Udara 32, dan Batalion Parako 463 Pasgat.

penganugerahan
Pataka empat satuan TNI AU yang mendapatkan Tanda Kehormatan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AU. (Foto: Dok. Dispenau)

Keempat satuan tersebut dinilai memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI AU, mulai dari dukungan pangkalan dan kesiapan tempur hingga angkutan udara, logistik, serta pertahanan pangkalan dan pelaksanaan berbagai misi negara.

Tanda kehormatan tersebut kemudian secara simbolis diserahkan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono di Jakarta, Rabu (28/10). Dalam sambutannya, Tonny menegaskan bahwa keberhasilan operasi udara membutuhkan keterpaduan antarsatuan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga: 67 Siswa Sekbang A-112 Digembleng jadi Calon Penerbang TNI AU yang Profesional

"Di tengah dinamika ancaman regional dan tuntutan kesiapan alat utama sistem senjata (alutsista), setiap satuan harus terus beradaptasi dengan meningkatkan kesiapan operasional, disiplin, budaya keselamatan (safety), dan integritas," ungkap KSAU dikutip dari siaran pers Dispenau, Jumat (30/10).

Selanjutnya, ia berharap penganugerahan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh satuan TNI AU untuk terus meningkatkan profesionalisme dan memberikan pengabdian terbaik melalui kinerja nyata dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.