HANKAM

Presiden Prabowo Anugerahi Menhan Sjafrie Pangkat Jenderal Kehormatan

Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto menganugerahi pangkat jenderal kehormatan bintang empat kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Minggu (10/8). (Foto: Dok. IDM)

Jakarta, IDM – Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat jenderal kehormatan bintang empat kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Penganugerahaan tersebut berlangsung dalam acara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer yang berlangsung di Pusdiklatpassus, Batujajar, Jawa Barat, Minggu (10/8).

Presiden Prabowo memberikan pangkat kehormatan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas dedikasi, pengabdian, serta jasa-jasa yang diberikan Menhan Sjafrie dalam bidang pertahanan dan militer.

Atas anugerah ini, Menhan Sjafrie yang sebelumnya berpangkat Letjen TNI (Purn.) resmi menyandang pangkat kehormatan Jenderal TNI (Hor) Purn.

Baca Juga: Berbagai Pesawat Produksi PTDI Sukses Demonstrasi di Upacara Gelar Pasukan dan Kehormatan Militer

Sosok Sjafrie Sjamsoeddin

Di tengah dinamika geopolitik dan tantangan keamanan nasional, Presiden Prabowo Subianto menunjuk seorang figur yang tak asing di lingkaran strategis militer, Sjafrie Sjamsoeddin.

Lahir di Makassar pada 30 Oktober 1952, Sjafrie Sjamsoeddin meniti karier militer dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) dan langsung bergabung dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Di satuan elite ini, ia dikenal sebagai prajurit tangguh dan disiplin, bahkan sempat menjadi pengawal pribadi Presiden Soeharto dalam berbagai kunjungan kenegaraan.

Baca Juga: Dilantik Jadi Wakil Panglima TNI, Letjen Tandyo Budi Dapat Pesan Khusus dari Prabowo

Kariernya terus menanjak, menjabat sebagai Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden, Komandan Korem 061/Suryakencana, hingga Panglima Kodam Jaya pada masa krusial 1997–1998.

Ia juga pernah menjadi Kepala Pusat Penerangan TNI dan Koordinator Staf Ahli TNI, memperkuat reputasinya sebagai perwira yang tak hanya lihai di lapangan, tetapi juga di ruang strategi.

Sjafrie Sjamsoeddin dan Prabowo Subianto adalah satu angkatan di AKABRI (sekarang Akmil) 1974. Kedekatan ini bukan hanya soal nostalgia, tetapi juga soal kesamaan visi dalam membangun postur pertahanan yang tangguh dan berdaulat.

Baca Juga: Karier Letjen Tandyo Budi Revita Sebelum Jadi Wakil Panglima TNI

Ketika Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era Presiden Joko Widodo, Sjafrie dipercaya sebagai penasihat khusus. Kini, di Kabinet Merah Putih, ia resmi menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI sejak Oktober 2024.

Tantangan Menteri Pertahanan

Sebagai Menhan, Sjafrie menghadapi tantangan besar seperti modernisasi alutsista, penguatan industri pertahanan dalam negeri, serta peningkatan interoperabilitas TNI di tengah ancaman siber dan konflik regional. Dengan latar belakang operasi militer di Aceh, Papua, dan Timor Timur, ia membawa perspektif lapangan yang tajam ke meja kebijakan.

Diplomasi pertahanan juga menjadi fokusnya, terutama dalam memperkuat kerja sama strategis dengan negara-negara sahabat di kawasan Indo-Pasifik. Dalam berbagai pernyataan, Sjafrie menekankan pentingnya pertahanan sebagai instrumen kedaulatan, bukan sekadar kekuatan militer. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.