HANKAM

Praka Jamaluddin, Baru Menikah Seminggu Berangkat ke Papua dan Gugur Ditembak KKB

Pratu Anumerta Beryl Kholif Al Rohman
Ilustrasi upacara pengiriman jenazah Pratu Anumerta Beryl Kholif Al Rohman. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - Kisah sedih datang dari Praka Jamaluddin, seorang prajurit TNI, gugur akibat ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Penembakan tersebut terjadi di Kampung Wako, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Jumat (19/5) siang.

Dalam keterangan resminya dikutip dari Kompas, Senin, (22/5) Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman menuturkan, Praka Jamaluddin (JL) gugur setelah mengalami luka tembak.

"Benar telah terjadi penembakan oleh gerombolan KKB pimpinan Numbuk Telenggen terhadap anggota TNI Praka JL di Distrik Ilaga yang menyebabkan prajurit tersebut meninggal dunia," katanya.

Baca Juga: Luncurkan Buku Karyanya, KSAD: Saya Inginkan Ajarkan Gaya Kepemimpinan yang Dicintai

Sementara itu menurut kakak korban, Praka Jamaluddin ditugaskan ke Papua sekitar Maret 2022. Kala itu, almarhum baru menjadi pengantin baru. Seminggu sebelum berangkat ke Papua, dia menikah dengan istrinya.

Kakak Praka Jamaludin
Kakak kandung Praka Jamaludin mengenang adik kandungnya sebelum berangkat ditugaskan ke Papua. (Foto: Kompas.com/Dedi Muhsoni)

"Almarhum kembali ditugaskan ke Papua setelah izin cuti menikah dengan putri dari gadis kampung sebelah," ungkapnya.

Abdul Latif mengungkapkan kepergian adiknya tersebut membuat duka semua keluarga. Lebih-lebih, menurutnya tugas almarhum di Papua sedianya sampai bulan Juli 2023 mendatang dan direncanakan akan pulang ke rumah.

Baca Juga: Dilantik KSAL, Laksdya TNI Edwin Resmi Jabat Pangkolinlamil

"Almarhum berangkat ke Papua bulan Juni 2022 dan tugas di Papua direncanakan akan berakhir Juli mendatang. Tapi, ternyata Tuhan berkehendak lain. Bulan Mei ia sudah pulang lebih awal," katanya.

Menurutnya, sejak kecil Jamaludin memang sudah bercita-cita menjadi seorang prajurit untuk mengikuti jejak salah satu kakaknya.

"Almarhum Jamaludin saat ini sebagai banggakan keluarga karena dari kecilnya memang sudah punya tekad yang kuat untuk bisa melebihi kakak-kakaknya. Ia lulus pendidikan dan ikut Kopassus. Kemudian bertugas di Papua," ungkapnya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.