Prajurit Yontaifib 2 Marinir Asah Kemampuan Infiltrasi

Jakarta, IDM - Prajurit Trimedia Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 2 Marinir melaksanakan latihan infiltrasi di wilayah Malang dan sekitarnya selama sepekan.
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (29/11), sejumlah materi yang dilatihkan kepada prajurit Yontaifib 2 Marinir meliputi penyergapan bivak, patroli penghadang, patroli raid, intai DZ/LZ, personel meeting, dan melaksanakan sabotase ke sasaran objek vital musuh.
Danyontaifib 2 Marinir Letkol (Mar) Suherman menjelaskan, latihan infiltrasi merupakan bagian dari rangkaian Latihan Satuan Dasar yang bertujuan mengasah dan mempertajam kemampuan ataupun kesiapan prajurit Trimedia sebagai pasukan khusus Korps Marinir.
Ia juga mengatakan, latihan tersebut bertujuan agar prajurit Yontaifib 2 Marinir mampu melaksanakan infiltrasi ke sasaran-sasaran terpilih pada operasi amfibi, operasi darat, dan operasi khusus lainnya.
Baca: PENAMPAKAN KRI ALUGORO-405 DI TELUK JAKARTA
"Diharapkan prajurit mampu meningkatkan kemampuan, pengetahuan, naluri tempur, taktik dan teknik khusus yang dimiliki prajurit Trimedia untuk menyongsong tugas-tugas ke depan," kata Suherman. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































