Prajurit Yontaifib 1 Marinir Latihan Penjinakan Bom dengan Robot

Jakarta, IDM - Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Taifib) 1 Marinir mengikuti pembelajaran penjinakan bahan peledak bom di Kesatrian Arthur Solangs, Cilandak, Jakarta, Kamis (27/7).
Dikutip dari keterangan Pasmar 1, dalam kegiatan ini diajarkan bagaimana cara penggunaan dan pengoprasian dari beberapa alat penjinak bahan peledak.
Baca Juga: Raider 501/BJ Bersama Prajurit AS Jalan Kaki dan Survival di Pegunungan Australia
Salah satunya adalah dengan menggunakan robot yang didatangkan dari dalam negeri dan luar negeri. Khusus yang didatangkan dari luar negeri, juga disertai pengenalan alat dan pengoperasiannya.

Tak hanya alat, terdapat pula instruktur yang didatangkan langsung dari tempat pembuatan robot dari luar negeri oleh perusahaan yang mendatangkan robot penjinak tersebut.
Kegunaan dan fungsi robot tersebut adalah untuk memindahkan suatu barang yang dicurigai ke tempat yang lebih aman, baik akan dimasukkan ke dalam kendaraan pengangkut bahan peledak untuk dijinakkan maupun dihancurkan.
Baca Juga: Prajurit ‘Rusa Hitam’ Turun Langsung Jadi Tenaga Pendidik di Papua
Terpisah, Dantaifib 1 Marinir Mayor (Mar) Laili Nugroho, menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan untuk menambah pengetahuan prajurit tentang bagaimana melaksanakan kegiatan jihandak, menggunakan media robot sebagai sarananya.
"Dengan demikian prajurit Yontaifib 1 Marinir harus peka dan selalu mengikuti kemajuan tehnologi tanpa meninggalkan kemampuan dasar yang sudah dimiliki," jelasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































