Prajurit Yonmarhanlan III Amankan Kapal Perang Republik Korea Selatan

Jakarta, IDM - Prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) III melakukan pengamanan kapal perang Angkatan Laut Republik Korea Selatan Roks Daecheong (AOE-58) dan Roks Hansando (ATH-81) dalam rangka kunjungan kenegaraan, Jakarta, Senin (10/10).
Dipimpin oleh Mayor (Mar) S Irwanto Rusbal, tim pengamanan menyisir perairan, sterilisasi area dermaga JICT dengan memeriksa kendaraan yang keluar dan masuk, kemudian melaksanakan pengamanan hingga beberapa hari ke depan.
Danyonmarhanlan III Letkol (Mar) Amin Surya Laga, menyampaikan kegiatan ini momen membanggakan karena dipercaya untuk menjaga kapal perang Roks Daecheong (AOE-58) dan Roks Hansando (ATH-81) yang bagian dari diplomasi kenegaraan.
"Ini sebuah amanah. Oleh karena itu, laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," ujar Amin, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (11/10).
"Selalu monitor perkembangan situasi untuk beberapa hari mendatang, laksanakan tugas dengan sungguh- sungguh dan utamakan faktor keamanan," imbuhnya. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































