Prajurit Yonmarhanlan II Padang Dalami Materi Pertahanan Pantai

Jakarta, IDM - Prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) II Padang mendalami materi pertahanan pantai di Kota Padang, Sumatra Barat, Senin (26/2).
Dikutip dari keterangan Pasmar 1, Selasa (27/2), pertahanan pantai adalah tanggung jawab dari prajurit pangkalan dan merupakan tugas utama dari prajurit Yonmarhanlan II Padang.
Baca Juga: Gelar Latihan Survival Tempur, TNI AU Asah Kesiapsiagaan Personel Koopsud I hingga III
Materi pertahanan patai ini dibuka terlebih dahulu oleh Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Wadan Lantamal) ll Kolonel Laut (P) Mulyadi dan dilajutkan penjelasan yang diterangkan Danyonmarhanlan II Mayor (Mar) Deny Aprianto Putro kepada anggota Lantamal II.
Adapun, Deny berpesan kepada anggota yang menerima materi dan arahan tentang pertahanan pantai agar selalu siap sedia, apabila ada serangan dari musuh untuk menguasai garis pantai.
Baca Juga: TNI AD Bantu Proses Evakuasi 4 Korban Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Luwu
"Jangan lengah, sebagai prajurit yang terlatih kita harus bisa mempertahankan teritorial kita," jelasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































