HANKAM

Prajurit Yonko 463 Kopasgat Tingkatkan Kemampuan Infiltrasi dalam Latihan Terjun Penyegaran Gabungan

Yonko 463 Kopasgat
Aksi Prajurit Yonko 463 Kopasgat dalam Terjun Penyegaran Gabungan. (Foto: Dok. Instagram @kopasgat_tniau)

Jakarta, IDM – Sebanyak 100 prajurit Batalyon Komando (Yonko) 463 Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) melaksanakan latihan terjun payung penyegaran (Jungar) gabungan bersama dengan Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 474 Kopasgat dan Denhanud 476 Kopasgat dengan dropping zone grass strip runaway Lanud Iswahjudi, Magetan, Rabu (15/1).

Para prajurit diharapkan dapat meningkatkan kemampuan inflitrasi dengan metode penerjunan statik maupun free fall melalui terjun payung penyegaran yang digelar setiap tahun ini. Dengan demikian, satuan jajaran Kopasgat akan memiliki kesiapan operasi yang tinggi.

Baca Juga: Tinjau Menlatpur, Kaskostrad Beri Arahan kepada Prajurit

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 81 prajurit harus melakukan penerjunan dengan metode statik dari ketinggian 1.200 feet AGL. Di sisi lain, 19 prajurit lainnya terjun dengan metode free fall dari ketinggian 8.000 feet AGL.

Yonko 463 Kopasgat
(Foto: Dok. Instagram @kopasgat_tniau)

Adapun jenis alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dikerahkan untuk mengangkut ratusan prajurit dalam terjun payung penyegaran gabungan ini adalah pesawat C-130 Hercules yang berasal dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

Baca Juga: HUT Ke-62 Kowal, KSAL: Peran Penting Perempuan dalam Pembangunan TNI AL

Sebelum melakukan penerjunan, Komandan Yonko 463 Wingko I Kopasgat Letkol Pas Jemy Pria Utama berpesan agar para prajurit dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan baik.

“Patuhi seluruh prosedur penerjunan yang telah ditetapkan, sehingga tujuan latihan dan zero accident dapat diraih,” pungkas Jemy dikutip dari keterangan foto dalam instagram @kopasgat_tniau, Jumat (17/1). (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.