Prajurit Yonif 5 Marinir Pertajam Kemampuan Senban Mortir 81 mm

Jakarta, IDM - Prajurit Yonif 5 Marinir melaksanakan pendalaman materi mengawaki senjata bantuan (senban) lintas lengkung mortir 81 mm di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/8).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, kegiatan yang dipimpin Serda (Mar) Sutarno tersebut mendalami materi Arah Tembakan Pokok (ATP) dengan menghitung jarak antara tempat stelling senjata atau tempat kedudukan senjata ke sasaran melalui piringan penghitung.
Komandan Batalyon Infanteri 5 Marinir Letkol (Mar) Supriyono, menyampaikan pelaksanaan kegiatan latihan dalam rangka mempertajam dan mengasah naluri tempur prajurit petarung "Gurita Cakti" Yonif 5 Marinir, bertujuan meningkatkan kualitas dan kemampuan serta profesionalisme prajurit.
"Adapun, sasaran dari latihan tersebut adalah tercapainya tingkat kemampuan yang baik dalam menembak senjata bantuan Infanteri sehingga mampu menjawab tantangan tugas pada masa yang akan datang, unyuk menunjang tugas pokok Batalyon Infanteri," jelasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































