HANKAM

Prajurit Yonif 330 Kostrad Gelar Latihan Ground Training

Kostrad
(Foto: Dok. Penkostrad)

Jakarta, IDM – Prajurit Yonif Raider 330 Kostrad menggelar latihan ground training di lapangan Yonif 330 Kostrad, Nagreg, Jawa Barat, Sabtu (25/6). Latihan ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan fisik guna mendukung latihan terjun penyegaran.

Dalam pelaksanaan latihan ini, para penerjun mendapatkan materi penguatan kaki, proses exit, mengatasi kesulitan, proses mengemudikan payung, serta hal-hal lainnya yang perlu dilatihkan hingga pengepasan payung yang akan digunakan.

Danyonif 330 Kostrad Letkol Inf Dedy Pungky Irawanto menyampaikan bahwa ground training merupakan tahapan penting yang harus dilakukan dan sangat menunjang dalam latihan penerjunan.

Baca Juga: Wakil KSAU Soal Validasi Organisasi: Memastikan Kesiapan TNI AU Hadapi Berbagai Tantangan dan Ancaman

"Ikuti semua arahan yang diberikan oleh para pelatih saat melaksanakan ground training. Insha Allah materi yang dilatihkan dapat membantu para penerjun untuk mempersiapkan diri dengan maksimal", tegasnya.

Dalam latihan terjun penyegaran, ground training ini merupakan salah satu dari tahapan yang wajib dilakukan oleh setiap para penerjun yang sudah memiliki kualifikasi Para.

Biasanya, prajurit dengan kualifikasi Para akan digembleng dalam tiga tahap. Ketiga tahap tersebut adalah tahap basis, tahap gunung hutan, dan tahap rawa laut.

Baca Juga: KRI Teluk Lampung Angkut Pasukan Marinir Penjaga 5 Pulau Terluar

Pada Tahap Basis, pasukan mendapat pelatihan menghadapi pertempuran kota, pertempuran jarak dekat, dan ilmu medan. Penghancuran medan dan pembebasan tawanan diajarkan di tahapan ini. Mereka digembleng keras dalam tahapan ini.

Untuk tahap gunung hutan, pasukan dilatih survival di hutan belantara dan kemampuan gerilya di gunung. Bahkan dalam tiga hari mereka tidak dibekali makanan/minuman, hanya garam dan korek api yang dibawa pasukan. Mereka diuji untuk tetap survive dalam kondisi seminim apapun.

Sedangkan tahap rawa laut, para raider digembleng kemampuan tempur di laut.

Baca Juga: Gelar Latihan di Pasuruan, Yonkav 8 Hancurkan Target dengan Tank Leopard 2A4
.
Pelaksanaan ground training bertujuan untuk mengingatkan dan melatihkan kembali tahapan dalam proses penerjunan, menyiapkan kondisi fisik penerjun guna meminimalisir terjadinya cedera saat pelaksanaan latihan penerjunan.

Kegiatan ini akan terus dilaksanakan hingga menjelang hari pelaksanaan terjun penyegaran. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.