Prajurit Yonif 3 Marinir Hancurkan Pergerakan Musuh di Trawas Mojokerto

Jakarta, IDM – Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 3 Marinir melaksanakan Gerakan Maju Untuk Kontak (GMUK) dalam rangka latihan satuan lanjutan (LSL) II Operasi Darat Triwulan III Brigif 2 Marinir 2024 di Trawas, Mojokerto, Kamis (8/8).
Adapun GMUK adalah pergerakan pasukan infanteri bersama kecabangan lain menuju kedudukan musuh. Para prajurit mendapatkan problem rintangan berupa ranjau antipersonel dan antitank serta tembakan konsentrasi musuh yang nantinya setiap problem akan diatasi masing-masing kecabangan.
Baca Juga: Yonif 413 Kostrad Berziarah ke Makam Jenderal Besar Soeharto
Dikutip dari keterangan Pasmar 2, latihan GMUK tersebut dimulai dengan pemberian perintah operasi.

"Dilanjutkan pergerakan pasukan dari daerah kumpul dengan melintasi daerah-daerah berbahaya seperti medan ranjau dan kritis maupun medan-medan terbuka sampai di daerah persiapan," ujar Komandan Yonif 3 Marinir Letkol (Mar) Adid Kurniawan Wicaksono.
Baca Juga: Annual Staff Meeting, TNI AU-RSAF Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan Instruktur Penerbang UAV

Dia menyampaikan, latihan GMUK bertujuan meningkatkan kemampuan tempur satuan setingkat batalyon, agar selalu siap saat diterjunkan di medan tugas.
"Lebih baik mandi keringat di medan latihan, dari pada mandi darah di medan pertempuran, teruslah berlatih, agar tetap menjadi prajurit marinir yang professional," tegasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































