Prajurit Yon Kapa 1 Marinir Pelajari Materi Tanda Taktis Kavaleri

Jakarta, IDM - Prajurit Batalyon Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (Yon Kapa) 1 Marinir melaksanakan pembelajaran materi tanda-tanda taktis Kavaleri, di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Selasa (13/9).
Kegiatan yang dipimpin oleh Danton 3 Kompi B Yon Kapa 1 Marinir Letda (Mar) Hartono ini bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan prajurit sehingga mampu mengetahui berbagai macam tanda taktis Kavaleri.
Danyon Kapa 1 Marinir Letkol (Mar) Nana Widiyanto, menyampaikan kepada seluruh prajurit untuk melaksanakan materi pembelajaran dengan penuh semangat dan antusiasme, agar mampu memahami tanda taktis Kavaleri.
"Laksanakan kegiatan dengan gembira dan penuh tanggung jawab," ujar Nana, dikutip dari keterangan Dispen Kormar.
Selain meningkatkan kemampuan dan mempertajam ilmu pengetahuan Kavaleri prajurit Yon Kapa 1 Marinir, kegiatan ini juga selaras dengan perintah harian KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, untuk membangun sumber daya manusia unggul dan profesional serta tangguh menghadapi segala ancaman. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































