Prajurit TNI Nyanyikan Lagu Indonesia Raya di Bastille Day Paris

Jakarta, IDM – Prajurit TNI dan taruna Akmil serta Akpol menyanyikan lagu Indonesia Raya saat persiapan perayaan Bastille Day di Paris, Prancis, Senin (14/7).
Dari informasi Setpres RI, para prajurit TNI terpantau berbaris dengan rapi di Jalan Champs-Elysees, di dekat ikon Kota Paris, Arc de Triomphe.
Baca Juga: Delegasi TNI AD Terbang ke Brazil Tinjau Teknologi Drone
Indonesia Raya pun berkumandang dengan khidmat di Paris. Warga Prancis di sekitar lokasi menyambut dengan tepuk tangan. Kemudian, kontingen Indonesia turut menampilkan yel-yel usai menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Adapun Bastille Day merupakan hari nasional Prancis yang diperingati setiap tanggal 14 Juli untuk mengenang penyerbuan penjara Bastille pada tahun 1789. Peristiwa tersebut menjadi simbol revolusi Prancis yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan.
Baca Juga: TNI Sebut Empat Eks Anggota OPM yang Kembali ke NKRI Berstatus Pelajar
Kontingen Indonesia yang ambil bagian dalam peringatan bersejarah Prancis itu terdiri dari 451 personel gabungan TNI, taruna dari tiga akademi TNI (Akmil, AAL, AAU), serta Akademi Kepolisian (Akpol). (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































