Prajurit Taifib Marinir Rakit Drone Kamikaze untuk Operasi Khusus

Jakarta, IDM – Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 1 Marinir mengikuti latihan bersama pendalaman elemen pesawat nirawak (drone) di Sleman, Yogyakarta, Selasa (29/7).
Komandan Yontaifib 1 Marinir Letkol (Mar) Dave M.H. Lomboan, mengatakan pelatihan yang melibatkan para personel dari tiga matra TNI tersebut meliputi tahapan perakitan serta pemograman (coding) terhadap drone Kamikaze.
"Kemudian, latihan dilanjutkan dengan simulasi penggunaan drone yang telah dirakit dan diprogramkan oleh prajurit," kata Dave, dikutip dari keterangan Pasmar 1.
Baca Juga: KRI Brawijaya-320 Buatan Italia Akan Mampir ke Jakarta Awal September
Pelatihan pendalaman drone merupakan bagian dari upaya membekali prara prajurit Taifib 1 Marinir dengan kemampuan berbasis teknologi. Menurutnya, penggunaan drone kini menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung keberhasilan operasi khusus.
"Latihan ini bukan sekadar pengenalan teknologi, tetapi juga langkah strategis untuk membangun kesiapan tempur yang berbasis pada teknologi modern," pungkasnya.
Sebelumnya, Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen (Mar) Endi Supardi menginginkan prajurit baret ungu memiliki kemampuan tambahan di bidang operasional drone tempur.
Baca Juga: Lemhannas Prediksi Konflik Thailand-Kamboja Tidak Meluas
Endi mengungkapkan pentingnya pengembangan kemampuan operasional prajurit Korps Marinir di bidang peralatan komunikasi, senjata, dan elektronika, khususnya pengawak drone tempur dan surveilans yang dimiliki Marinir.
"Drone-drone tersebut dapat membantu penugasan prajurit dalam operasi tempur dan operasi kemanusiaan yang semakin berkembang mengikuti perkembangan teknologi saat ini," ungkapnya, Jumat (20/6).
Dinas Komunikasi dan Elektronika TNI AL (Diskomlekal) juga pernah mengadakan pelatihan kepada prajurit Marinir mengenai teknis dan operasional dalam mengawaki drone, seperti mempelajari materi penguasaan perangkat lunak pengendali drone, sistem navigasi berbasis GPS, hingga pemanfaatan taktik pesawat nirawak untuk operasi militer. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































