Prajurit Puslatpurmar 6 Antralina Latihan Manuver Serangan Operasi Darat

Sukabumi, IDM - Para prajurit Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Marinir 6 Antralina berlatih materi manuver serangan operasi darat, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (15/9).
Selaku pemberi materi, Kapten (Mar) Nasib Supriadi menyampaikan latihan manuver serangan operasi darat bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan prajurit Korps Marinir.
"Meningkatkan profesionalisme dan mengasah ilmu kepelatihan serta kesiapan operasional personel dalam rangka mendukung tugas TNI AL pada pelaksanaan operasi gabungan TNI," kata Supriadi, dikutip dari keterangan Dispen Kormar.
Ia melanjutkan, di samping untuk mengasah keterampilan dan kemampuan serta naluri tempur prajurit Korps Marinir, juga supaya terpelihara secara optimal untuk mempersiapkan diri dalam penugasan ke depannya.
Latihan juga sebagai tindak lanjut perintah harian Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, tentang membangun sumber daya manusia yang unggul dan profesional serta tangguh menghadapi segala ancaman. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































