Prajurit Puslatpur Marinir-6 Antralina Perdalam Ilmu Medan Membaca Peta

Sukabumi, IDM - Prajurit Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Marinir-6 Antralina mengikuti Latfungsi II Opsrat, agar mampu menguasai pengetahuan ilmu medan membaca peta dengan baik dan benar, Sukabumi, Selasa (20/9).
Para prajurit berlatih materi kompas siang yang dipimpin oleh Letda (Mar) Karsita sebagai pemberi materi. Sebelum latihan, mereka diberikan perintah operasi dan pembekalan aplikasi kompas siang di lapangan jarak tiga kilometer.
"Dalam latihan tersebut para prajurit menggunakan perlengkapan perorangan helm dan juga senjata SS1," ujar Karsita, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Rabu (21/9).
Danpuslatpur Marinir-6 Antralina Letkol (Mar) Ombun Tarera Sipahutar, mengarahkan seluruh prajurit Puslatpur Marinir-6 Antraina untuk terus mengasah naluri tempurnya demi menunjang tugas-tugas yang diberikan satuan lebih tinggi.
"Selain mampu menggunakan kompas yang benar, prajurit juga dituntut dapat menentukan kedudukan musuh maupun sendiri serta mengorientasi dan menentukan sudut peta dengan benar," kata Ombun. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































