HANKAM

Prajurit Pasmar 3 Marinir Ditempa Jadi Bintara Teritorial dalam Kursus Babinpotmar di Malang

kursus Babinpotmar 2025
Para bintara Marinir mengikuti kursus Babinpotmar 2025 di Malang, Senin (1/9). (Foto: Dok. Pasmar 3)

Jakarta, IDM – Dua prajurit dari Pasmar 3 Marinir mengikuti kursus Bintara Pembinaan Potensi Maritim (Babinpotmar) 2025, yang resmi dibuka di Malang, Jawa Timur, Senin (1/9).

Sertu Mar Bayu Aji (Menkav 3 Marinir) dan Serda Mar Adam Rifaldi (Menbanpur 3 Marinir) dikirim sebagai wakil Pasmar 3 untuk ditempa sebagai prajurit bintara teritorial, garda terdepan tugas wilayah maritim.

Kursus yang dibuka langsung oleh Komandan Pusat Teritorial (Danpusteral) Laksma Albertus Agung Priyo Suseno ini dijadwalkan selama 1-8 September dengan materi yang mencakup pembekalan tentang komunikasi sosial, pemberdayaan wilayah maritim, serta teknik pembinaan masyarakat pesisir.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI AD Patroli di Kawasan Vital dari Gedung Kementerian Hingga Pusat Perbankan

Danpasmar 3 Brigjen TNI (Mar) Andi Rahmat menegaskan pengiriman prajuritnya ke Malang untuk kursus Babinpotmar, sejalan dengan kebutuhan TNI AL dalam membentuk bintara teritorial yang profesional.

“Melalui kursus ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme bintara TNI AL dalam melaksanakan tugas teritorial sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat maritim,” ujar Andi, dikutip dari keterangan Pasmar 3, Selasa (2/9).

Sebelumnya, TNI AL meresmikan perubahan nomenklatur organisasi dari pembinaan potensi maritim (Potmar) menjadi staf teritorial angkatan laut (Steral). Langkah ini dilakukan dalam rangka validasi organisasi sekaligus penyeragaman dengan matra TNI lainnya.

“Perubahan dari potmar menjadi steral ini adalah penyeragaman. Fungsinya tetap sama, yaitu pemberdayaan wilayah pertahanan maritim. Hanya istilahnya yang sekarang diseragamkan, baik darat, laut, maupun udara, semuanya teritorial,” ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali di Jakarta, Selasa (26/8).

Baca Juga: Kodaeral III Kerahkan 460 Personel Keliling Persuasif di Jakarta

Selain perubahan nomenklatur, TNI AL juga menyiapkan pembentukan kompi-kompi produksi ketahanan pangan di setiap pangkalan TNI AL (Lanal) sebagai bagian dari implementasi Peraturan Kepala Staf Angkatan Laut (Perkasal) Nomor 20 Tahun 2025.

Kompi tersebut, lanjut Ali, nantinya berada di bawah koordinasi Steral, dengan pembinaan di masing-masing Komando Armada (Koarmada) melalui Asisten Teritorial (Aster).

Adapun pasal 6 huruf c dalam Perkasal, disebutkan bahwa susunan organisasi Kompi Produksi terdiri dari sejumlah unsur pelaksana yang meliputi peleton pertanian, peternakan, perikanan, konstruksi, dan kesehatan.

Baca Juga: 213 Siswa Ikuti Pendidikan Setukba Angkatan ke-47 di Lanud Adi Soemarmo

“Kompi-kompi di Lanal itu akan mengembangkan pertanian, peternakan, maupun perikanan. Untuk TNI AL sudah diarahkan ke bidang pertanian kedelai, kemudian perikanan seperti udang dan ikan, serta perkebunan yang sesuai dengan kondisi pesisir,” jelas Ali.

Ia menambahkan, keberadaan kompi produksi ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan internal TNI AL, tetapi juga diarahkan untuk membina masyarakat maritim dan nelayan di wilayah sekitar Lanal.

“Steral juga membina masyarakat maritim dan masyarakat nelayan yang ada di daerah masing-masing,” kata Ali. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.