HANKAM

Prajurit Marinir Rawat Anak-anak hingga Lansia di Pedalaman Deiyai Papua

Petugas medis Satgas Yonif 2 Marinir
Prajurit Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 2 Marinir saat memeriksa tekanan darah seorang warga lanjut usia (lansia) dalam aksi pengobatan gratis di Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, Rabu (1/7). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Prajurit Korps Marinir dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Mobile RI-PNG Yonif 2 Marinir menembus pedalaman Papua Tengah. Mereka menggelar aksi kemanusiaan berupa layanan pengobatan gratis untuk masyarakat di Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Rabu (1/7).

Pasukan baret ungu ini tidak sendirian. Mereka bersinergi dengan personel militer dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1703/Deiyai untuk menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga kelompok lanjut usia (lansia).

Satgas Yonif 2 Marinir
Keakraban prajurit Korps Marinir saat berinteraksi dan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada salah satu anak Papua di pedalaman Deiyai. (Foto: Dok. Pasmar 1)

Aksi ini berawal dari kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat pedalaman Papua yang masih kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Warga setempat langsung menyerbu lokasi pelayanan kesehatan dengan penuh antusias untuk memeriksakan kondisi fisik mereka.

Baca Juga: Perwira TNI-Polri Godok Rencana Hadapi Ancaman Perbatasan dan Terorisme

Beri Pelayanan Medis Hingga Vitamin Gratis

Para prajurit tidak sekadar memberikan tindakan medis kaku. Mereka aktif mengajak mengobrol, bercengkerama, dan mendengarkan langsung berbagai keluhan penyakit yang warga rasakan sehari-hari.

Selain memeriksa penyakit, tim medis gabungan ini juga memberikan edukasi kesehatan sederhana tentang pentingnya menjaga kesehatan. Usai pemeriksaan, petugas langsung membagikan paket obat-obatan serta vitamin secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membutuhkan.

Petugas medis Satgas Yonif 2 Marinir
Petugas medis Satgas Yonif 2 Marinir (kiri) dengan sigap mengobati luka pada kaki warga Distrik Tigi untuk memberikan manfaat pelayanan kesehatan secara langsung. (Foto: Dok. Pasmar 1)

Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif 2 Marinir Letkol (Mar) Helilintar Setiojoyo Laksono menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan TNI untuk membantu masyarakat. Terutama, bagi warga di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.

Baca Juga: Gabungkan Aspek Komando, Intelijen hingga Logistik, Para Pasis Sesko TNI Susun Rencana Kontingensi di Laut

"Kehadiran Satgas Yonif 2 Marinir dan Kodim 1703/Deiyai berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pengobatan gratis ini, kami berharap dapat menjaga kesehatan sekaligus membawa harapan dan semangat bagi warga Distrik Tigi," kata Helilintar, dikutip dari keterangan Pasmar 1.

Lewat interaksi humanis ini, hubungan persaudaraan antara masyarakat Papua dan prajurit TNI diharapkan makin erat. Pasukan baret ungu bersama Kodim 1703/Deiyai berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan membawa manfaat nyata melalui aksi kemanusiaan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.