HANKAM

Prajurit Marinir Pamer Aksi Tempur di Depan Presiden saat HUT ke-80 TNI

Prajurit Marinir
Prajurit Marinir simulasi pertempuran perang kota saat HUT ke-80 TNI, di Monas, Jakarta, Minggu (2/10). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Sorakan penonton membahana di kawasan Monumen Nasional (Monas) saat prajurit Korps Marinir melakukan simulasi serangan cepat dalam demonstrasi ketangkasan pada puncak peringatan HUT ke-80 TNI, Minggu (5/10).

Di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto selaku inspektur upacara, pasukan baret ungu memperagakan aksi tempur jarak dekat, bela diri taktis, hingga manuver penyergapan menggunakan kendaraan tempur amfibi seperti BMP-3F, BTR-4M, dan LVT-7.

Atraksi tersebut berpadu dengan berbagai pertunjukan lain seperti Jupiter Aerobatic Team, Rajawali Laut, pencak silat militer, hingga circuit training yang menggambarkan kekuatan fisik prajurit TNI.

Baca Juga: Praka Zaenal Diusulkan Naik Pangkat, TNI AL Pastikan Insiden Penerjunan Jadi Evaluasi Keselamatan

Ribuan masyarakat yang memadati kawasan Monas pun terpukau. Sorak kagum penonton pecah ketika prajurit Marinir melakukan manuver penyergapan dan serbuan cepat dengan koordinasi yang presisi.

“Bangga sekali lihat Marinir tampil langsung. Mereka bukan hanya kuat, tapi juga terlatih dan kompak,” ujar Fadli (36), warga Jakarta yang hadir bersama keluarganya.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kormar Letkol (Mar) Aang Andy Warta menyebutkan penampilan Korps Marinir tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis dan ketangguhan fisik, tetapi juga mempertegas semangat kebersamaan TNI dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan bangsa.

Baca Juga: Presiden Prabowo Wajibkan TNI Melek Tekonologi dan Ikut Perkembangan Zaman

“Demonstrasi ketangkasan ini menjadi bukti nyata profesionalisme prajurit Marinir yang siap menghadapi berbagai tantangan, serta menjadi kebanggaan bagi rakyat Indonesia di momentum bersejarah HUT ke-80 TNI,” tuturnya.

Denjaka
Denjaka beraksi dalam aksi pertempuran menggunakan kendaraan taktis. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Perayaan HUT ke-80 TNI ini tercatat sebagai yang terbesar, melibatkan sekitar 133 ribu personel dan lebih dari 1.000 alutsista dari tiga matra TNI serta komponen cadangan dan pendukung lainnya.

Dalam amanatnya, Prabowo menegaskan TNI merupakan bagian tak terpisahkan dari rakyat Indonesia. Ia meminta agar seluruh unsur TNI terus meningkatkan kualitas kepemimpinan dan kesiapan tempur.

Baca Juga: Presiden Prabowo ke TNI: Ikuti Perkembangan Siber dan AI, Organisasi Usang Diganti

“Kepemimpinan di TNI harus kepemimpinan keteladanan. Tidak ada tempat bagi pemimpin yang tidak profesional,” ujarnya.

Prabowo juga menekankan TNI harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Ikuti perkembangan teknologi siber, kecerdasan buatan, jangan ketinggalan. Bila ada organisasi yang usang, ganti dengan yang lebih tepat untuk kepentingan bangsa,” tutupnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.