Prajurit Marinir Laksanakan Pendaratan pada Latma Carat di Pantai Banongan

Jakarta, IDM - Prajurit Resimen Artileri (Menart) 2 Marinir yang yang tergabung dalam latihan bersama (latma) Cooperation Afloat Readiness and Training (Carat) 2022, melaksanakan pendaratan dan bantuan tembakan di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Senin (19/12).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, para personel beserta material tempur Menart 2 Marinir melaksanakan pendaratan tersebut pada pukul 04.38 WIB.
Kemudian, pada pukul 06.00 WIB, dilanjutkan bantuan tembakan artileri medan, meriam How 105 mm dan RM70 Grad Vampire untuk membantu manuver satuan kawan (infanteri) dalam menghancurkan sasaran lawan.

Sebelumnya, latma Carat 2022 terbagi dalam tiga fase. Fase pertama meliputi pemberian materi kelas, yaitu intelijen bidang maritim, sistem pesawat nirawak, band, urusan publik, penyeleman dan konstruksi bawah air, hukum dan medis. Lalu, fase kedua mencakup aplikasi praktis.
Baca: Perairan Kepulauan Widi Jadi Target Patroli Keamanan Laut
Saat ini, pada fase ketiga olmando dan kendali bilateral akan mengendalikan operasi pendaratan di laut dan pantai oleh pasukan Indonesia dan Amerika Serikat. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































