Prajurit Marinir Jalani Latopsdukpassus selama 16 Hari di Jakarta dan Lampung

Jakarta, IDM - Korps Marinir akan mengikuti latihan Operasi Dukungan Pasukan Khusus (Latopsdukpassus) selama 16 hari, berlokasi di Jakarta dan Lampung. Kegiatan latihan dibuka oleh Wadan Pasmar 3 Kolonel (Mar) Nanag Saefulloh, di Kesatrian Marinir Baroto Sardadi, Jakarta, Rabu (27/7).
Latihan Operasi Dukungan Pasukan Khusus melibatkan personel dari Batalyon Intai Amfibi 1 Marinir Jakarta, Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir Surabaya dan Batalyon Intai Amfibi 3 Marinir Sorong.
Dalam sambutannya, Nanang berharap, kemampuan prajurit Intai Amfibi Korps Marinir dapat terjaga dan dapat meningkatnya pengetahuan taktik, teknik, strategi pertempuran darat, laut, udara serta pada kondisi tertentu dalam mendukung pelaksanaan tugas Operasi Amfibi.
Lebih lanjut, Nanang menyampaikan latihan harus dilaksanakan secara realistis, sesuai dengan metode, manajemen dan rencana latihan yang disiapkan sehingga tujuan dan sasaran latihan dapat tercapai dengan maksimal.
"Latihan ini memiliki aspek resiko yang sangat tinggi, untuk itu laksanakan prosedur keamanan untuk menghindari terjadinya kerugian personel dan material serta berorientasi kepada zero accident," ujarnya, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Kamis (28/7). (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































