Prajurit Macan Kumbang Gelar Latma Keris Satria-15 Bersama Tentara Darat Diraja Brunei

Jakarta, IDM – Setelah sukses menyelenggarakan Latma Keris Satria-14 di Asmil Yonif 515/UTY/9/2 Kostrad yang bertempat di Pakistaji Banyuwangi tahun lalu, kini prajurit Yonif 515 UTY/9/2 Kostrad mendapat kepercayaan kembali untuk melaksanakan Latma Keris Satria-15 yang bertempat di Batalyon ke-2 Infanteri Tentara Darat Diraja Brunei (TDDB) Brunei Darussalam.
Baca Juga: Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-J Minusca Car Bangun Hanggar Pesawat UN Airport

Dilansir dari keterangan Penkostrad, Jumat, (3/5) tampak dalam latihan terlihat satuan dengan maskot Macan Kumbang ini bersinergi berlatih menembak bersama prajurit TDDB.
Baca Juga: KSAD Gelar Panen Raya Padi di Papua
"Tujuan dilaksanakan latihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta meningkatkan profesionalitas antara TNI AD dan Tentara Darat Diraja Brunei Darussalam sehingga tercipta persahaban antara kedua negara," tulis keterangan Penkostrad. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































