Prajurit Lanudal Tanjungpinang Latihan Bongkar Pasang Senjata

Jakarta, IDM – Prajurit Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Tanjungpinang melaksanakan latihan bongkar pasang senjata di lapangan Apel Mako Lanudal Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (3/3).
Mengutip keterangan tnial.mil.id Selasa (4/3), senjata yang menjadi objek latihan para prajurit adalah senjata laras panjang (SS1) dan laras pendek (G2 Combat).
Baca Juga: TNI Bantu Pemulangan 84 WNI Korban TPPO di Myanmar
Perwira pelaksana (Palaksa) Lanudal Tanjungpinang, Letkol Laut (P) Sugiran menjelaskan latihan ini dilakukan untuk mengasah keterampilan penguasaan senjata setiap personel.
"Juga untuk mengasah naluri tempur bagi prajurit Lanudal Tanjungpinang," tulis keterangan tersebut.
Baca Juga: Pesawat Tempur FA-50 Filipina Hilang Saat Operasi Taktis
Adapun kegiatan yang diikuti oleh seluruh prajurit, baik perwira, bintara dan tamtama di Lanudal Tanjungpinang. Latihan dimulai dengan pemberian materi bongkar pasang senjata oleh Peltu Ede Aturno.
Setelah itu, para prajurit juga diminta untuk melakukan pembersihan agar senjata-senjata tersebut selalu dalam kondisi siap tempur dan siap digunakan kapan saja ketika diperlukan. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































