Prajurit Korpasgat Asah Kemampuan Renang Militer dengan Perlengkapan Tempur

Jakarta, IDM – Prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) mengasah kemampuan renang militer untuk meningkatkan kesiapan operasional sekaligus kemampuan tempur prajurit Komando.
Berbeda dengan renang biasa, teknik renang militer lebih berfokus pada ketahanan fisik dan kemampuan berenang dengan beban tambahan atau perlengkapan tempur. Para prajurit ‘Baret Jingga’ harus berenang dengan pakaian dinas lapangan (PDL), helm tempur, dan membawa senjata perorangan.
Baca Juga: Pimpin Sertijab Danlanud, Pangkodau I Apresiasi Berbagai Capaian Strategis Lanud Halim Perdanakusuma
Kegiatan renang militer kali ini berlangsung di Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, Jumat (8/5), di bawah pengawasan instruktur serta unsur pendukung lainnya.

“Dalam melaksanakan penugasan di berbagai operasi militer yang menuntut kesiapan fisik, ketahanan mental, serta kemampuan bertahan di berbagai medan. Kegiatan ini dilaksanakan guna mendukung kesiapan tugas serta meningkatkan profesionalisme prajurit Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) TNI Angkatan Udara,” demikian tulis Penerangan Korpasgat, dikutip dari unggahan Instagram @korpasgat_tniau, Jumat (8/5).
Baca Juga: KUHAP Baru, Penyidik TNI AL Lebih Yakin Tangani Kriminalitas di Laut
Sebelum latihan dimulai, seluruh prajurit terlebih dahulu melaksanakan pengecekan kondisi kesehatan, yang kemudian dilanjutkan dengan pemanasan dan pembekalan materi dasar teknik renang militer oleh instruktur.
Tahapan tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan personel sekaligus meminimalisir risiko cedera selama latihan berlangsung. Kemudian, para prajurit Pasgat melakukan evaluasi untuk melihat hasil dari latihan yang telah dilaksanakan. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































